Guna meningkatkan kemandirian ekonomi warganya, Pemerintah Desa (pemdes) gayaman, Kecamatan Mojoanyar terus menggali potensi dengan beragam inovasi. Salah satunya lewat pertanian hidroponik yang mulai digalakkan sejak awal September lalu. Dengan metode ini, diharapkan kebutuhan pangan setiap rumah tangga di Desa Gayaman tercukupi.
ITU khususnya komoditas pangan jenis sayur-sayuran dan perikanan yang mudah didapatkan di setiap rumah warga, sehingga dapat dikonsumsi setiap hari. Kepala Desa Gayaman, Joko Wahyudi mengatakan, pertanian hidroponik ini mendapat dukungan tersendiri dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim.
Bahkan, mendapat bantuan secara cuma-cuma berupa bibit sayuran dan bibit ikan beserta media tanam dan ternaknya. Terdiri dari benih sawi, selada, bayam, kangkung, dan pakcoy masing-masing sebanyak seribu butir dan bibit lele sebanyak 4 ribu ekor.
Tak sekadar dipasok bantuan, 40 orang yang dipilih juga dilatih tentang pertanian di lahan sempit. ’’Awalnya kami mendapat bantuan dari dinas provinsi. Kemudian sekarang dikembangkan oleh BUMDes ke rumah-rumah warga,’’ ujarnya.
Untuk mengefektifkan budi daya, warga turut dilatih bagaimana bercocok tanam yang baik dan benar. Mereka juga didampingi instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan pendamping mandiri.
Joko berharap, program hidroponik ini bisa menuai hasil kurang dari 4 bulan ke depan. Di mana, berbagai tanaman sayuran dan ikan lele yang dibudidayakan bisa dipanen dan dikonsumsi oleh masyarakat. ’’Setelah pembibitan, tahapannya adalah perawatan sampai panen. Kami berharap bisa terus berjalan berkelanjutan sampai tak terbatas,’’ pungkasnya. (far/fen)