Pemerintah Desa (Pemdes) Gemekan, Kecamatan Sooko, mengasah kreativitas masyarakat untuk mengangkat objek kemajuan kebudayaan. Berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, kelompok pemuda desa dibekali dengan beragam jenis pelatihan melalui program Cak Daya Masuk Desa.
Sebagai salah satu desa yang masuk kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan, Desa Gemekan berkesempatan mendapat empat jenis pelatihan sekaligus. Di antara yang sudah rampung dilaksanakan adalah pelatihan konten kreator. ”Pelatihan difokuskan untuk membuat beberapa konten pembelajaran pada masyarakat untuk branding. Baik mengangkat terkait produk UMKM maupun branding Desa Gemekan tentang situs, budaya, dan kesenian,” ungkap Sekretaris Desa Gemekan Hendra Agung Setiawan.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat menimba ilmu langsung dari para influencer maupun videografer, hingga fotografer media profesional. Para pemuda diajarkan membuat karya video, fotografi, hingga menulis narasi yang menarik tentang beragam potensi desa. ”Harapannya, melalui karya kreatif dari masyarakat akan memunculkan ciri khas dan identitas di Desa Gemekan,” tandasnya.
Di samping itu, imbuh Hendra, juga terdapat tiga jenis pelatihan yang bermuara demi kemajuan objek kebudayaan di Desa Gemekan. Antara lain yang hingga kini masih berjalan adalah pelatihan membatik, pelatihan tari bedoyo, kelas belajar desain dan screen printing atau sablon. ”Semua pelatihan bertujuan untuk mengembangkan potensi kebudayaan dan potensi sejarah yang ada di desa. Termasuk mendongkrak kesejahteraan maupun kreativitas masyarakat,” tuturnya.
Selain praktik langsung, Desa Gemekan juga berencana untuk memamerkan seluruh karya hasil dari empat jenis pelatihan kepada warga. Rencananya, agenda pemungkas itu akan diselenggarakan pada 7 Oktober 2025 nanti. ”Edukasi budaya nanti untuk mengevaluasi sekaligus menampilkan hasil dari pelatihan masyarakat. Baik dari karya konten kreatif, tari bedoyo, batik, dan sablon akan dipamerkan semuanya,” pungkas Hendra. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi