Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar Pionir Pengembangan Pertanian Sehat

Martda Vadetya • Minggu, 21 September 2025 | 15:05 WIB

PERCONTOHAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kegiatan temu lapang sekaligus pembukaan pencanangan penerapan MTS Jatim di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, beberapa waktu lalu.
PERCONTOHAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kegiatan temu lapang sekaligus pembukaan pencanangan penerapan MTS Jatim di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, beberapa waktu lalu.
 

Satu dari 12 desa di Kecamatan Mojoanyar ini menjadi daerah pertama di Kabupaten Mojokerto yang menerapkan pertanian organik secara sistematis. Berawal dari pengembangan padi di atas lahan seluas 25 hektare pada 2023 lalu yang ditanam secara sehat tanpa bahan kimia sejak pembibitan hingga panen.

 Langkah ini menghasilkan bahan pangan sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia. Secara umum, pola pertanian ini merupakan program bernama manajemen tanaman sehat (MTS) yang dijalankan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim melalui UPT Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura. 

Setiap tahun, satu desa di kabupaten/kota ditunjuk menjadi daerah penerapan. Di tahun 2023, Desa Ngarjo yang terpilih sekaligus menjadi pionir atau percontohan program MTS di Kabupaten Mojokerto. ”Kami mendukung penuh adanya program MTS ini,” ujar Kepala Desa Ngarjo Iva Mayawati. Dengan didampingi tim pengendali organisme pengganggu tanaman Disperta Kabupaten Mojokerto bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Mojoanyar, kelompok tani (poktan) di wilayah tiga dusun diajarkan merawat tanaman secara sehat melalui program MTS.

 Sawah seluas 25 hektare milik 60 petani anggota Poktan Sri Rejeki di Dusun Babatan ditanami padi tanpa sentuhan bahan kimia semenjak pembibitan. Para petani merawat tanamannya menggunakan pupuk kandang dan berbagai pestisida organik. Mulai dari fermentasi urin sapi, empon-empon, dan berbagai tanaman serta bakteri lain. Semua bahan tersebut diolah sendiri dengan biaya sangat murah. 

Untuk mengusir hama, sawah juga ditanami bunga yang berfungsi sebagai refugia atau pengundang musuh alami hama. Iva menyebut, program yang sudah memasuki masa panen dengan dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 2023 lalu itu diharapkan dapat ditularkan ke seluruh wilayah desa, bahkan daerah lain. 

Selain menghasilkan padi sehat minim bahan kimia, MTS juga sekaligus menjadi solusi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang sering mengalami kelangkaan. ”Harapannya, program ini bisa memakmurkan masyarakat dan menghasilkan tanaman yang bagus. Selain itu, sekaligus menjadi branding Desa Ngarjo sehingga semakin dikenal,” imbuhnya. (vad/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Pertanian Modern #mojoanyar #pengembangan pertanian #Pionir #Ngarjo #Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa