Usia senja tak menyurutkan puluhan warga di Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, untuk terus beraktivitas. Tidak sekadar menjaga pola hidup sehat, 41 lansia ini juga dipacu untuk terus produktif lewat Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang digelar sejak Juli lalu.
Kemarin (16/9), 41 warga yang usianya di atas 50 tahun telah dinyatakan lulus program Selantang Standar I Balai Keluarga Lansia (BKL) Dursosono. Mereka diwisuda langsung oleh Kepala Desa Mojokarang Purwanto, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi.
Sebelumnya, puluhan lansia ini aktif mengikuti program inovasi ketahanan keluarga selama dua bulan. Mereka diajarkan bagaimana meningkatkan taraf hidup di usia senja. Mulai dari dimensi spiritual dengan meningkatkan rasa syukur melalui ibadah. Lalu, menjaga fisik dengan memahami cara menua yang sehat dengan menjaga gizi seimbang serta berolahraga.
Untuk menghindari dimensia, mereka juga dilatih mengendalikan emosi dengan mengelola stres dan mengatasi kesepian. Yakni, dengan menjaga interaksi sosial dan aktif berpartisipasi dalam komunitas. Selain itu, puluhan lansia juga dibekali dengan keterampilan berwirausaha dan meningkatkan hobi. Salah satunya dengan berkebun atau bertani. ’’Inti dari program Selantang ini adalah agar para lansia ini tetap sehat dan produktif. Sehingga taraf hidupnya tetap berkualitas di masa senja,’’ terang Kepala Desa Mojokarang Purwanto.
Tahun depan, Purwanto berharap program yang bersumber dari dana desa (DD) ini dapat terus berlanjut. Dengan harapan, agar kualitas hidup mereka semakin mandiri, sejahtera, dan bermartabat. Dengan demikian, permasalahan hidup para lansia di masa depan bisa diminimalisir. ’’Kami berharap bisa dilanjutkan di tahun depan dengan jenjang yang lebih tinggi dengan jumlah peserta yang bertambah,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi