Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet Rumuskan Lima Langkah Penanganan Stunting

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 12 September 2025 | 16:25 WIB

ATASI STUNTING: Kegiatan Rembuk Stunting Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, diikuti semua elemen masyarakat dan pendamping gizi.
ATASI STUNTING: Kegiatan Rembuk Stunting Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, diikuti semua elemen masyarakat dan pendamping gizi.
 

 

 Pemerintah Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, berkomitmen mengentaskan persoalan stunting alias kekurangan gizi yang menghambat pertumbuhan anak. Berbagai langkah penanganan dari peningkatan layanan posyandu hingga perbaikan sarana sanitasi telah dirumuskan. 

Upaya kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting tingkat desa itu melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dari perangkat desa, BPD, kader posyandu, kades PKK, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan pendamping desa, hingga para orang tua.

 Kepala Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemdes dalam mendukung program prioritas nasional untuk menurunkan angka stunting. Dana untuk pelaksanaan program sepenuhnya bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2025 sesuai arahan penggunaan DD untuk program kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Dalam acara Rembuk Stunting yang digelar beberapa waktu lalu, lanjut dia, pendamping gizi dari Puskesmas Pacet telah memberi paparan seputar stunting. ”Materi yang disampaikan meliputi, pentingnya gizi seimbang, sanitasi yang baik, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pentingnya edukasi bagi ibu hamil dan keluarga muda,” tuturnya.

 Salah satu poin penting yang ditekankan pendamping gizi adalah pentingnya intervensi sensitif dan spesifik. Hal itu seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, pemeriksaan rutin di posyandu, penyuluhan kesehatan keluarga, serta perbaikan pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

 Berangkat dari situ, pemdes kini merumuskan sedikitnya lima langkah pengentasan stunting. Itu meliputi, peningkatan frekuensi dan kualitas layanan posyandu, pelatihan kader kesehatan desa, penyediaan makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil dan balita, perbaikan sarana sanitasi dan akses air bersih, serta penyuluhan kepada calon pengantin dan remaja tentang kesehatan reproduksi dan gizi. ”Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat menurunkan angka stunting secara signifikan, serta menciptakan generasi penerus desa yang lebih sehat dan unggul,” tandasnya. 

Hakim menyatakan, pemdes berkomitmen serius menangani persoalan stunting. Menurutnya, anak-anak adalah masa depan desa yang harus dipastikan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. ”Untuk itu, perlu kerja sama semua pihak dari pemerintah desa hingga masyarakat. Sehingga program ini berjalan dengan maksimal,” harapnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#posyandu #stunting anak mojokerto #pacet mojokerto #kesimantengah #kekurangan gizi