Gotong royong, keguyuban, dan kebersamaan menjadi modal sosial berharga bagi masyarakat pedesaan. Itu seperti ditunjukkan masyarakat Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto saat membangun fasilitas publik berupa tembok penahan tanah di tempat pemakaman setempat.
KEGUYUBAN antara Pemerintah Desa Tempuran dengan warga terlihat sangat kental. Pasalnya, mereka bergotong royong dalam pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang ada di salah satu dusun.
Pemandangan itu terwujud karena TPT yang telah dibangun pada beberapa tahun silam mengalami kerusakan. Atas dasar inisiatif bersama, pihak pemerintah desa dan masyarakat pun turun tangan melakukan pembangunan ulang. ’’Memang benar tembok penahan tanah (TPT) yang ada di belakang makam rusak,’’ sebut Ispadi, Kepala Desa Tempuran Kecamatan Pungging saat ditemui di kantornya, Selasa (2/9).
Pihaknya mengatakan, TPT yang sudah lama ini telah ambrol. Selain tergerus waktu, tingginya curah hujan beberapa tahun terakhir turut membuat kondisi tembok semakin rusak. Bahkan, sempat mengalami ambrol longsor. ’’Karena intensitas atau curah hujan yang lama beberapa bulan lalu mengakibatkan sebagian tanah makam mengalami longsor,’’ ujarnya.
Kondisi itu, kian parah lantaran kawasan sekitar tembok tersebut terbilang terjal. Sehingga, pembangunan tidak bisa dilakukan dengan mudah. Dibutuhkan tenaga orang banyak agar pembangunan ulang bisa berjalan maksimal. ’’Ini tidak bisa kita kerjakan dengan orang sedikit sehingga harus dibangun gotong royong bersama warga desa,’’ sambung Ispadi.
Untuk itu, pihak desa sebelumnya berembug dan menggalan komunikasi dengan warga. Rencana pembangunan pun digeber setelah sepakat bakal dikerjakan secara gotong-royong. ’’Untuk mempercepat pembangunan harus dikerjakan dengan orang banyak dan warga pun setuju dilakukan secara krocokan (gotong royong),’’ tegasnya.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada semua warga yang ikut andil dalam pembangunan di Desa Tempuran. Lantaran, pembangunan bisa berjalan lancar dan kedepannya bisa rampung sesuai harapan bersama. ’’Minggu besok akan dilanjutkan pembangunan TPT-nya. Semoga dengan keguyuban warga ini bisa mempermudah dan mempercepat pembangunan TPT. Jadi tidak menimbulkan kerusakan atau longsor,’’ pungkas Ispadi. (dik/fen)
Editor : Hendra Junaedi