Pemerintah Desa (Pemdes) Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, terus menggali potensi melalui beragam inovasi. Teranyar, desa yang berada di kaki Gunung Penanggungan ini berhasil mengembangkan pertanian modern dengan budi daya buah golden melon.
Tak sekadar berinovasi dengan sistem pertanian hidroponik, Desa Kunjorowesi juga menawarkan sensasi wisata dengan konsep memetik sendiri buah melon jenis inthanon langsung dari pohonnya.
Wisata petik melon hidroponik yang dikelola BUMDes Sumber Sejahtera Kunjorowesi ini telah dilakukan grand launching pada 24-26 Juni lalu. Pembukaan sekaligus panen perdana ini menandai terwujudnya pengembangan wisata dan budi daya melon hidroponik dalam green house. ”Harapannya wisata petik melon ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sarana edukasi pertanian modern bagi generasi muda,” ungkap Kepala Desa Kunjorowesi Susi Darsono.
Di green house yang terletak di Dusun Sekantong RT 06/RW 01, Desa Kunjorowesi, dalam sekali panen dapat menghasilkan kurang lebih 800 melon. Selain ciri khas dengan warna kuning keemasan, buah dari varietas premium ini memiliki cita rasa manis, tekstur renyah, dan aroma harum yang khas.
Tak hanya itu, buah yang juga dikenal dengan golden melon ini juga memiliki keunggulan lainnya. Melalui budi daya hidroponik juga membuat hasil panen lebih higienis, bebas pestisida, serta terjamin kualitasnya.
Susi Darsono berharap, kehadiran wisata petik melon dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga. ”Semoga ke depan BUMDes Sumber Sejahtera Kunjorowesi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga Desa Kunjorowesi,” harapnya.
Sementara itu, Camat Ngoro Satriyo Wahyu Utomo mengapresiasi terobosan yang digagas Desa Kunjorowesi. Menurutnya, keberadaan wisata petik melon menjadi bukti dari komitmen Pemdes Kunjorowesi untuk menjadi desa yang mandiri dan inovatif dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan masyarakatnya.
”Kami sangat mengapresiasi langkah Desa Kunjorowesi melalui BUMDes Sumber Sejahtera yang mampu memanfaatkan potensi pertanian modern menjadi wisata edukasi dan sumber pendapatan baru bagi warga,” paparnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi