Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Lestarikan Situs Majapahit, Dukung Ekskavasi Bhre Kahuripan

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 1 Agustus 2025 | 16:30 WIB

DIGALI: Proses ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, oleh tim arkeolog BPK Wilayah XI.
DIGALI: Proses ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, oleh tim arkeolog BPK Wilayah XI.
 

 

 Pemerintah Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, mendukung upaya pemerintah melestarikan situs peninggalan Majapahit. Salah satunya melalui pembebasan lahan seiring ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan yang tengah berlangsung.

 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI saat ini tengah menggali area sekitar situs. Ekskavasi tahun keenam itu berlangsung sejak 23 Juli dan dijadwalkan rampung 7 Agustus mendatang. Misi para arkeolog mengungkap struktur berpola bintang mandala serta pagar keliling candi.

 Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin mengatakan, ekskavasi kali ini sama pentingnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni, untuk melengkapi fragmen peninggalan Kerajaan Majapahit yang eksis 700 tahun silam.

 Penggalian di kompleks candi yang juga dikenal sebagai petilasan Ratu Tribuana Tunggadewi ini penting guna mengungkap kebesaran Majapahit, khususnya di era Raja Hayam Wuruk. ”Pada intinya kami selalu memberi dukungan penuh terhadap setiap kegiatan terkait ekskavasi,” ujarnya, kemarin (31/7).

 Bentuk kontribusi yang diberikan salah satunya melalui proses pembebasan lahan sekitar situs. Abidin menyebutkan, pemdes baru saja menggelar rapat dengan BPK Wilayah XI terkait rencana tersebut. ”Rencananya ada pembebasan lahan lagi, delapan bidang sawah di timurnya jalan,” tuturnya.

 Pada Desember 2023 lalu, Pemdes Klinterejo berhasil menyukseskan pembebasan lahan tahap awal revitalisasi Situs Bhre Kahuripan oleh pemerintah pusat melalui BPK Wilayah XI. Sekitar 40 bidang tanah seluas 2 hektare di area inti candi akhirnya beralih menjadi milik negera.

 Setahun berikutnya giliran empat petak lahan menyusul dibebaskan pada tahap kedua. Kontribusi nyata dalam pelestarian budaya juga diwujudkan dengan mendirikan Museum Keputran yang memamerkan berbagai temuan peninggalan Majapahit sejak 2019. ”Melalui ekskavasi dan berbagai bentuk kepedulian ini, harapannya bisa ikut melestarikan. Sehingga budaya Majapahit bisa dikenal dan dikenang anak cucu kita,” tandas Abidin. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Situs Majapahit #sooko mojokerto #klinterejo #balai pelestarian kebudayaan #bhre kahuripan