Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Warugunung, Kecamatan Pacet Merawat Budaya lewat Wisata Pasar Keramat

Rizal Amrulloh • Minggu, 13 Juli 2025 | 15:05 WIB

 

 

SERBAPUTIH: Selain menghadirkan ragam kuliner tradisional, Pasar Keramat juga kerap menggelar ritual jamasan pusaka negeri dan unduh patirtan selama bulan Sura. Salah satunya digelar pada Minggu Wage
SERBAPUTIH: Selain menghadirkan ragam kuliner tradisional, Pasar Keramat juga kerap menggelar ritual jamasan pusaka negeri dan unduh patirtan selama bulan Sura. Salah satunya digelar pada Minggu Wage

Hari Minggu Wage dan Minggu Kliwon pagi, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, selalu jadi jujukan masyarakat dari berbagai penjuru. Pasalnya, dua hari pada pasaran Jawa tersebut, pengunjung berduyun-duyun mendatangi destinasi wisata budaya dan jajanan kuliner tradisional Pasar Keramat.

 Saat memasuki pasar yang berada di antara rumpun bambu ini, pengunjung seakan masuk dalam lorong waktu masa lalu. Selain bernostalgia dengan aneka makanan dan jajanan tempo dulu, nuansa di Pasar Keramat juga masih kental dengan tradisi adat dan budaya setempat yang masih terawat.

 Seperti saat bulan Sura, pengunjung Pasar Keramat dapat menyaksikan ritual jamasan pusaka nagari dan unduh patirtan di mata air yang dikenal sebagai Sumber Keramat. Tak hanya membersihkan pusaka, kearifan warisan leluhur ini juga menjadi simbol untuk menyucikan diri.

 Di samping itu, keberadaan Pasar Keramat juga mampu mengerakkan perekonomian masyarakat. Puluhan lapak yang menjajakan aneka kuliner, kerajinan, hingga jasa di Pasar Keramat dikelola oleh warga sekitar. Mengusung konsep kembali ke masa lampau berhasil menjadi magnet yang mendatangkan ratusan, bahkan ribuan wisatawan untuk berkunjung. ”Pengunjungnya selalu ramai dan meningkat setiap minggu,” ungkap Kepala Desa Warugunung Agus Sudarmaji.

 Suasana pasar makin klasik dengan adanya panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan seni tradisional. Transaksi jual beli di Pasar Keramat juga terbilang unik, karena untuk bisa berbelanja pengunjung lebih dulu menukar uang rupiah dengan gobok yang terbuat dari bambu. Wisata ini cocok bagi yang ingin bernostalgia untuk memanjakan lidah. Karena jajanan jadul yang sudah hampir jarang dijumpai di pasaran tersaji di Pasar Keramat ini.

 Perpaduan wisata budaya dan kuliner tradisional ini membuat Desa Warugunung bertransformasi menjadi jujukan wisatawan di akhir pekan. Tak hanya dari Mojokerto, Pasar Keramat kini juga dikenal luas oleh pelancong dari luar daerah. ”Efek ekonominya juga meluas ke warga dusun sekitar, termasuk melalui parkir,” tandas Sudarmaji. Untuk menunjangnya, Pemdes Warugunung turut memfasilitasi pengembangan wisata dengan membenahi akses jalan menuju pasar. (ram/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#pasar keramat #pacet mojokerto #merawat budaya #warugunung