Tak hanya unggul dalam pelestarian cagar budaya. Program ketahanan pangan juga menjadi atensi Pemdes Klinterejo dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Yakni, dengan menggulirkan program budi daya ikan patin di bawah naungan BUMDes Kahuripan. Memanfaatkan TKD, lahan setengah hektare yang sempat mangkrak tersebut lantas disulap menjadi kolam produktif.
Sekretaris Desa Klinterejo Amarta Ahmad mengatakan, untuk pengelolaan budi daya ikan sepenuhnya dijalankan oleh BUMDes. ”Kami percayakan sepenuhnya kepada BUMDes. Peran kami (pemdes) di sini sekadar mendampingi dan memberikan pembinaan,” terangnya.
Selama tiga tahun berjalan, dalam sekali panen hasil budi daya ikan patin bisa mencapai 7 hingga 8 kuintal. Warga yang bermukim di sekitar kolam tersebut pun turut kecipratan berkah hasil panen ikan secara gratis. Per kartu keluarga, bahkan mendapat jatah 1 kilogram (kg) ikan. ’’Selebihnya, hasil panen dijual secara umum dengan harga miring. Jadi untuk BUMDes tetap ada pemasukan juga,’’ jelasnya.
Tahun ini, pemdes memastikan hasil panen ikan patin akan lebih banyak. Setelah sebelumnya di tiga kolam yang ada ditebar 1.500 ekor benih ikan patin. ’’Kebetulan tahun ini benihnya bagus dan ikannya lumayan besar. Jadi bisa memenuhi gizi warga kami,’’ papar dia.
Bulan Juni lalu BUMDes Kahuripan berhasil memanen ikan patin dengan penghasilan yang cukup membanggakan. Sebab, untuk ikan-ikan berukuran besar tersebut mampu terjual dengan harga Rp 15 ribu per kg. ”Alhamdulillah panen kemarin hasilnya sangat melimpah. Jika ditimbang kami bisa panen ikan patin hingga 8 kuintal,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi