Pemerintah Desa (Pemdes) Gading, Kecamatan Jatirejo, terus berupaya mengembangkan budi daya pisang cavendish yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Selain meningkatkan hasil panen, pemdes akan membangun wahana wisata dan pusat olahan pisang agar perputaran ekonomi di desa meningkat.
Dimulai dari penambahan area kebun pisang dari semula 1,5 hektare di atas tanah kas desa (TKD), menjadi 2,5 hektare. Kebun tersebut nantinya bisa ditanami 2.500 hingga 3.000 pohon pisang yang dikelola sepenuhnya oleh BUMDes. ’’Saat ini sekitar 1.500 pohon. Dengan perluasan kebun, pohon yang ditanam bisa mencapai 2.500 hingga 3.000 pohon,’’ ujar Kepala Desa Gading Shodiq.
Selain perluasan lahan, pengembangan ikon desa ini juga akan melibatkan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga. Di mana, hasil panen pisang cavendish bisa diolah menjadi makanan ringan bernilai ekonomi tinggi. Seperti keripik, puding, hingga berbagai kue berbahan baku pisang.
Untuk mendukungnya, pemdes telah menyediakan ruang pengolahan khusus. Yakni, ripening atau ruang pematangan pisang untuk mendukung hasil panen semakin berkualitas. ’’Di sana ada ruangan khusus dengan suhu rendah untuk menampung panen pisang agar hasilnya lebih optimal,’’ bebernya.
Nantinya, aneka olahan pisang bisa menjadi buah tangan atau oleh-oleh bagi pengunjung yang datang ke lokasi. Untuk mendukung pengembangan desa wisata, area kebun rencananya juga akan dilengkapi dengan berbagai wahana bermain yang memanjakan wisatawan. ’’Misalnya, ada pengunjung keluarga yang membawa anak bisa renang dan orangtuanya bisa ke food court menikmati olahan khas desa kita,’’ tambah pengelola BUMDes Gading Irwan. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi