Terkenal sebagai sentra budi daya pisang cavendish, Pemerintah Desa (Pemdes) Gading, Kecamatan Jatirejo, tak berhenti menciptakan ikon baru dalam pertanian mereka. Salah satunya dengan membudidayakan cabai jamu yang sedang naik daun dan memiliki nilai jual tinggi.
Pemdes mulai merintisnya dengan menggelar pelatihan pembibitan bersama kelompok tani sejak Agustus 2024 lalu. Kepala Desa Gading Shodiq mengatakan, budi daya cabai jamu dapat memperkaya komoditas unggulan desa. Tanaman herbal ini diharapkan bisa berdampak terhadap perekonomian warga.
’’Di desa kami sudah ada event pisang cavendish, dengan cabai jamu ini bisa ikon desa tidak hanya satu. Banyak warga yang sudah titip 1 hektare dengan setengah hektare untuk ditanami cabai jamu,’’ ungkapnya.
Menurutnya, warga antusias mengikuti program pembibitan cabai jamu meskipun masih asing di telinga. Kendati begitu, varietas yang terkenal sebagai cabai Jawa ini ternyata banyak dipakai untuk bahan baku jamu dengan pangsa pasar hingga luar negeri.
Tak hanya tata cara penanaman, warga juga dilatih tentang proses pengolahan hasil panen cabai jamu, hingga siap dipasarkan sebagai minuman herbal. ’’Berdasarkan informasi, hasil panen tanaman ini memiliki harga jual sampai Rp 80 ribu per kilogram dalam kondisi sudah kering,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi