Kaum perempuan turut dibidik Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren, Kecamatan Gedeg, dalam program pemberdayaan masyarakat. Tak kurang dari 40 ibu-ibu PKK turut digembleng kapasitasnya lewat pengembangan ekonomi kreatif berwawasan lingkungan.
Yakni, dengan pembuatan batik ecoprint yang bernilai ekonomi tinggi. Sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi keluarga mereka. Akhir tahun kemarin, pelatihan dengan konsep ramah lingkungan ini telah diikuti puluhan ibu rumah tangga.
Tak sekadar mampu membatik, mereka juga dituntut kreatif dengan menciptakan motif maupun desain yang khas dengan sosio-kultur masyarakat Desa Kemantren. ’’Batik ecoprint sangat ramah terhadap lingkungan dan berkaitan erat dengan sosial, ekonomi, dan pariwisata. Nah, perempuan memiliki potensi besar dalam menciptakan ekonomi kreatif baru di Desa Kemantren,’’ terang Kepala Desa Kemantren Ahmad Zaidi.
Pemdes juga akan memfasilitasi puluhan kaum hawa ini dengan membuka outlet batik hasil kreasi mereka. Termasuk mengikutsertakan dalam pameran atau bazar UMKM, baik level kabupaten hingga provinsi. Sehingga batik ecoprint Desa Kemantren bisa lebih dikenal luas dan maju.
’’Tentunya bisa menjadi unit usaha baru yang bisa dikembangkan oleh kelompok perempuan, sekaligus dapat menjadi ikon produk UMKM Desa Kemantren,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi