BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ketiban untung Rp 100 juta dari Pemerintah Provinsi Jatim. Anggaran tersebut belakangan bakal dimanfaatkan untuk pengembangan pengelolaan kotoran ternak menjadi pupuk organik.
Kepala Desa Gebangsari Sunyoto, mengatakan, penguatan di berbagai bidang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat terus digeber. Sejumlah program berdampak pun selalu menjadi fokus pembangunan tiap tahunnya. ’’Terbaru yang mau kita kembangkan adalah pengelolaan kotoran ternak menjadi pupuk organik,’’ ungkapnya, kemarin.
Pemanfaatan limbah hewan ternak milik warga itu bagian dari program dukungan pemdes dalam meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Hal itu selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mendukung swasembada pangan nasional. ’’Dengan pemanfaatan pupuk organik, masyarakat tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia. Diharapkan biaya pertanian juga bisa ditekan,’’ bebernya.
Program ini bakal memanfaatkan anggaran Rp 100 juta yang di-support dari Provinsi Jatim. Sebagai simbol, bantuan hibah pemberdayaan BUMDes ini sebelumnya juga diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pedapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Senin (26/5). ’’Prinsipnya, nanti kita olah, yang asas manfaatnya kita kembalikan kepada masyarakat,’’ tuturnya.
Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar Prabowo mengungkapkan, hingga kini di Kabupaten Mojokerto sudah ada 289 BUMDes yang terbentuk, sedang sisanya masih berproses. Melalui, berbagai terobosan DPMD bakal melakukan pendampingan secara menyeluruh. Yakni, bimbingan teknis tentang standar, prosedur, dan kriteria pengelolaan, serta fasilitasi akselerasi pengembangan modal dan pembinaan manajemen. ’’Target kita seluruh desa di Kabupaten Mojokerto memiliki BUMDes dan berbadan hukum,’’ ungkapnya.
Dengan mempunyai legalitas, BUMDes akan mudah mendapatkan suntikan modal, baik dari swasta maupun pemerintah, seperti halnya Desa Gebangsari. Desa ini menjadi salah satu desa yang tahun ini mendapat bantuan permodalan Rp 100 juta dari Pemprov Jatim. ’’Makanya dengan pendampingan ini kita berharap bisa meningkatkan kinerja BUMDes. Kalau nanti BUMDes-nya maju, unit kerjanya berjalan, pendapatan asli desa naik, bisa mengurangi pengangguran, otomatis kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi