Pemerintah desa (pemdes) Tamiajeng, Kecamatan Trawas terus berpacu menjadi desa mandiri. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas pertanian sebagai sumber ekonomi utama masyarakat desa setempat. Selain memproduksi beras sendiri lewat rumah penggilingan padi, pemdes juga membangun jalan usaha tani (JUT) sebagai infrastruktur pendukung.
Sejak tahun lalu, empat ruas JUT telah terbangun di tiga kompleks persawahan. Masing-masing di sisi utara sepanjang 122 meter, lalu sisi tengah terdapat dua ruas dengan panjang 177 meter dan 388 meter. Sedangkan di sisi selatan ada satu ruas JUT sepanjang 108 meter. Dari empat ruas itu, pemdes telah menghabiskan Rp 446 juta anggaran yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2024.
’’Untuk di sisi selatan dan tengah sudah rampung semuanya. Tinggal di sisi utara yang masih 30 persen dan akan dilanjutkan di tahun anggaran 2025,’’ ungkap Kepala Desa Tamiajeng, Warnoto. Dengan dibangunnya JUT, masyarakat yang sebagian besar petani dapat terbantu dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Khususnya saat masa panen, mereka tidak lagi kerepotan mengangkut hasil panen dari sawah.
Tidak sekadar membantu saat panen, keberadaan JUT juga dapat membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memproduksi beras sendiri. Di mana, hasil panen padi petani bisa langsung diangkut ke penggilingan padi yang sudah dibangun tahun lalu. Beras tersebut lantas dijual dengan merek dagang sendiri dan dipasarkan ke sejumlah pengepul atau swalayan.
’’Kami ingin mewujudkan swasembada beras dengan memproduksi beras sendiri dari hasil pertanian warga desa. Untuk itu, petani juga perlu dibantu infrastrukturnya agar produktivitas beras meningkat,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi