PEMERINTAH Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih. Ini merupakan langkah strategis menuju desa yang mandiri dan kreatif untuk meningkatkan ekonomi di desa.
Berlangsung Sabtu (24/5) malam, Musdessus tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari program pemerintah pusat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembentukan koperasi desa yang sesuai dengan Instruksi Presiden. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan warga desa, seluruh jajaran perangkat desa, serta calon pengurus Koperasi Merah Putih Desa Karangkuten. ’’Selama musyawarah kami membahas mengenai tujuan, manfaat, serta struktur organisasi koperasi ini,’’ kata Kepala Desa Karangkuten, Novi Prihatiningsih.
Selanjutnya, dari musyawarah tersebut juga disepakati nama koperasi beserta pembentukan kepengurusan. Para warga juga menentukan dan menyepakati besaran modal Simpanan Pokok dan Wajib. ’’Hasil musyawarah ini nantinya untuk kelengkapan akta pendirian Koperasi Merah Putih, lalu setelah itu akan diserahkan ke Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK),’’ paparnya.
Menurut Novi, Musdessus pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan salah satu upaya nyata dalam mewujudkan desa mandiri. Peran pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan, untuk itu dibuat koperasi sebagai wadah usaha bersama. ’’Koperasi Merah Putih ini punya peran untuk meningkatkan ekonomi desa dan kesejahteraan warga,’’ jelasnya.
Kedepannya, Pemdes Karangkuten juga segera menentukan jenis kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh koperasi tersebut. Diharapkan, keberadaan Koperasi Merah Putih mampu menjadi wadah untuk mengelola potensi ekonomi lokal secara kolektif dan profesional, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa. ’’Harapannya segala jenis usahanya nanti bisa menjadi kegiatan perekonomian yang berkelanjutan dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat desa, sesuai dengan tujuan koperasi itu sendiri, yaitu untuk kesejahteraan anggota,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi