Peningkatan daya saing masyarakat menjadi fokus utama program Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong. Salah satunya dengan mengembangkan teknologi tepat guna yang diproduksi para pemuda dan kaum perempuan dalam memenuhi kebutuhan industri kreatif di Jawa Timur.
Tidak sekadar berinovasi, kemampuan mereka dalam menciptakan sejumlah karya teknologi juga telah diakui di level Jawa Timur. Yakni, dengan menjadi juara pertama Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) tepat guna desa yang digelar Pemprov Jatim, tahun lalu. ’’Alhamdulillah, sejak dua tahun berdiri, anak-anak muda dan ibu-ibu terus berinovasi secara kreatif,’’ ungkap Kades Sumberwuluh Kunardi.
Sebagai wadah kreativitas masyarakat, Posyantek Sumber Oetoen telah berinovasi menciptakan sejumlah mesin pengolahan yang mendukung usaha kecil dan menengah (UKM). Sebut saja mesin roasting kopi, mesin peras santan, mesin pencacah rumput, mesin pencabut bulu ayam, pengaduk adonan bakpao, hingga kompor berbahan baku oli bekas yang semuanya diproduksi oleh para pemuda desa sekitar. Dalam sebulan, mereka mampu memproduksi 4 hingga 5 unit mesin pesanan klien.
Tidak hanya dari Mojokerto, karya mereka juga diminati pasar luar pulau, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya mesin roasting kopi yang dijual dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp 10 juta untuk kapasitas 5 kilogram (kg).
’’Harga yang kami tawarkan sangat terjangkau. Untuk kapasitas 5 kilogram, kami berani menjualnya sekitar Rp 10 juta,’’ tambah Ketua Posyantek Sumber Oetoen M. Anwar. Selain memproduksi, Posyantek Sumber Oetoen juga memberikan edukasi dan motivasi terhadap masyarakat luar yang membutuhkan ilmu teknologi tepat guna. Melalui konseling dan sosialisasi yang getol disalurkan kepada sejumlah mitra. ’’Kami ada program konseling dan pendampingan gratis bagi konsumen,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi