Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pakan Ternak Jangkrik Jadi Pemantik Ekonomi Warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan

Indah Oceananda • Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:00 WIB

KEPENGURUSAN BARU: Anggota BUMDes DanaDyaksa Watesumpak, Kecamatan Trowulan rembukan bersama terkait pendirian unit usaha.
KEPENGURUSAN BARU: Anggota BUMDes DanaDyaksa Watesumpak, Kecamatan Trowulan rembukan bersama terkait pendirian unit usaha.
 

Menjamurnya peternak jangkrik di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, membuka peluang baru bagi pemerintah desa (pemdes) dalam memperkuat ekonomi warga. Tahun ini, desa dengan enam dusun tersebut kembali mengaktifkan BUMDes melalui unit usaha memanfaatkan potensi yang ada.

 Unit usaha tersebut tak lain adalah pakan ternak dan penggilingan. Kepala Desa Watesumpak Mokhamad Yusuf mengatakan, BUMDes DanaDyaksa milik desa tahun ini kembali diaktifkan. Setelah sebelumnya mengalami kevakuman selama beberapa tahun.

 ’’Menangkap peluang karena banyaknya peternak jangkrik di desa ini. Mereka yang masih muda, kami ajak mengurus BUMDes dengan memanfaatkan potensi yang ada,’’ ujarnya.

 Kedua unit usaha tersebut dipilih karena dinilai mampu membawa perputaran ekonomi warga. Bersamaan dengan itu, kepengurusan BUMDes baru pun resmi dibentuk. ’’Mulai awal Januari kita bentuk kepengurusan baru. Di bulan Maret mulai jalan unit usahanya,’’ jelasnya.

 Ketua BUMDes DanaDyaksa Rokhan menambahkan, dalam pengembangan usaha pakan ternak ini, Pemdes Watesumpak memberikan dukungan dalam pengelolaan peternakan. Dengan harapan dapat membangun produktivitas sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal demi kemajuan ekonomi desa. 

Oleh sebab itu, saat ini, BUMDes fokus pada produksi pakan ternak yang bukan hanya untuk jangkrik, namun bisa dimanfaatkan untuk ayam, bebek, dan jenis ternak lainnya. ’’Tidak hanya dibeli warga sendiri. Permintaan pakan ternak juga datang dari beberapa daerah, seperti Surabaya dan Bojonegoro,’’ paparnya. 

Dia menyebutkan, pelaku usaha penangkaran jangkrik di Desa Watesumpak tumbuh dan berkembang menggulirkan pendapatan ekonomi masyarakat. Menyusul permintaan pasar yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Sehingga peluang tersebut dimanfaatkan dengan membuka unit usaha. ’’Alhamdulillah, mulai jalan lagi. Bahkan kita sudah mempekerjakan karyawan untuk produksi pokpannya. Per hari mereka dapat upah Rp 100 ribu,’’ tandas dia. 

Dia berharap, unit usaha tersebut bisa berkembang secara optimal. Sehingga dapat terus meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan. Dengan demikian penguatan ekonomi di desa semakin maksimal. ’’Ke depan semoga semakin lancar dan berkembang,’’ pungkas Rokhan. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Peternak Jangkrik #bumdes #watesumpak trowulan #Perkuat Ekonomi Rakyat