Pemerintah Desa (Pemdes) Japanan, Kecamatan Kemlagi, mendukung langkah Pemkab Mojokerto yang berencana membongkar deretan warung remang-remang. Mereka resah dan geregetan dengan keberadaan tempat prostitusi berkedok tempat ngopi itu.
Sedikitnya terdapat 15 warung remang-remang yang telah beroperasi lebih dari empat tahun. Lokasinya berada di tepi jalan raya sekitaran pabrik pipa wilayah Dusun Japanan Lor. ”Warga sangat resah, tapi kami tahan supaya tidak anarkis. Jadi kami mengikuti sesuai aturan saja,” jelas Kepala Dusun Japanan Lor Sugianto.
Menurutnya, warung-warung tersebut semakin lama kian berkembang biak. Selain itu, mereka juga berani menjajakan PSK secara terang-terangan. Di sisi lain, lahan yang ditempati milik pemdes. Sebab, kata Sugianto, para pemilik warung yang berasal dari luar desa mendirikan bangunan di tanah eigendom. ”Jadi dibangun tanpa izin, liar semua itu,” ucapnya.
Dengan kondisi demikian, dirinya berharap ada tindakan tegas dari pemerintah daerah. Langkah pembongkaran yang akan dilakukan pun dinilainya tepat. Karena itu, warga mendukung penuh supaya warung-warung yang menjadi sarang prostitusi ini segera diratakan. ”Dengan adanya seperti itu, bisa muncul kejahatan lainnya juga. Kami akan mendukung penuh pembongkaran, kalau perlu warga akan diturunkan untuk membantu,” tuturnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Mojokerto menyatakan bakal membongkar tempat prostitusi berkedok warung kopi di Jalan Raya Desa Japanan. Deretan warung remang-remang ini memang sudah lama menjadi sasaran razia. Terakhir, satpol PP menciduk delapan perempuan pekerja seks komersial (PSK) saat mangkal di lima warung, Kamis (17/4).
Pada Rabu (7/5) lalu, plakat peringatan larangan melakukan perbuatan asusila dipasang di depan deretan warung remang-remang tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari tahapan sebelum pembongkaran. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi