Pembangunan jembatan darurat di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, telah rampung dikerjakan. Kemarin (13/5), warga di dua dusun menggelar tasyakuran atas tersambungnya jembatan yang sempat ambrol akibat diterjang banjir bandang pada Maret lalu. Diharapkan geliat ekonomi warga kembali bangkit.
Khususnya di Dusun Sumberkembar dan Sumberkepuh yang aktivitasnya sempat terhambat lantaran akses keluar dusun terputus. Bahkan, selama dua bulan lebih mereka harus memutar hingga tiga kilometer (km) lebih jika ingin beraktivitas di luar. Dengan melewati dua desa lain, yakni Desa Sumbertanggul dan Desa Sawo.
’’Alhamdulillah atas perintah Bupati Muhammad Albarraa jembatan yang dibangun pemkab melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah selesai. Warga sangat terbantu dengan adanya jembatan,’’ ungkap Kepala Desa Wonodadi Miskan.
Dengan tersambungnya jembatan ini, warga kian mudah dalam mendapatkan informasi dan layanan publik. Termasuk menggeliatkan kembali perekonomian warga yang sempat lesu karena sulit mendapatkan akses keluar desa.
Bagi yang berprofesi sebagai petani, kini mereka mampu mengangkut hasil panen tanpa harus menambah ongkos distribusi. Pun demikian dengan para pelaku UMKM. Sekarang mereka dapat menjajakan produk unggulannya tanpa harus memutar ke desa lain.
’’Yang pasti warga bisa mendapatkan layanan publik yang utama, seperti kesehatan, pendidikan, dan pangan. Dengan begitu, perekonomian warga dapat bangkit kembali,’’ tandasnya.
Sejak ambrol 15 Maret lalu, pemkab telah menginstruksikan untuk membangun jembatan sementara. Pembangunan diawali dengan menyusun bronjong sebagai konstruksi fondasi. Lalu pemasangan kerangka jembatan menggunakan besi baja wide flange sebagai tumpuan untuk papan kayu.
Semula pembangunan ditargetkan rampung akhir Mei atau selama dua bulan. Akan tetapi, setelah 40 hari pengerjaan, jembatan telah tersambung. Dengan panjang berkisar 12 meter, lebar 2 meter, dan tinggi mencapai 8 meter. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi