Di samping itu, Pemdes Pungging tengah getol memberdayakan perempuan di tujuh dusun untuk membuat batik ecoprint. Karya dari bahan alam ini konsisten dikembangkan puluhan kader PKK. ’’Pembuatan batik ecoprint ini nantinya diharapkan bisa menjadi andalan Desa Pungging untuk memajukan perekonomian,” ujar Ketua TP PKK Desa Pungging Rissa Putrimasri.
Batik ini, lanjut dia, nantinya dibuat menjadi barang jadi yang siap dipasarkan. Mulai setelan pakaian batik, sarung bantal, taplak, maupun dompet. Rissa menjelaskan, batik ecoprint yang tengah dikembangkan dibuat dari kain primis dan olahan daun-daunan. Seperti daun jati, jambu, jarak cina, kenikir, dan berbagai tanaman bunga yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi kain bermotif.
Desainer maupun guru berpengalaman asal Mojokerto digandeng untuk menularkan ilmu ecoprint ini. ”Alhamdulilah sudah ada beberapa kain yang terjual. Baik dari kalangan kelurahan, teman, atau pembeli dari daerah lain,” terang Rissa. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi