Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, dalam waktu dekat bakal mengaktifkan unit usaha di bawah naungan BUMDes. Pengaktifan ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan perputaran ekonomi warga.
Kepala Desa Panggih Kuswoyo menyebutkan, pembangunan ekonomi desa yang dilakukan melalui program BUMDes perlu diselaraskan dengan potensi lokal. ”Rencana untuk unit usaha awal ini, teman-teman BUMDes mau buka toko kelontong,” ungkapnya.
Nantinya, di toko tersebut, pengelola BUMDes menyediakan berbagai layanan dan ketersediaan pangan. Seperti, pembayaran secara online, sembako, dan kebutuhan masyarakat lainnya. ”Sedianya toko tersebut akan didirikan di sekitar balai desa,” imbuh dia.
Kendati sudah terbentuk kepengurusan anggota sejak tahun lalu, namun kegiatan BUMDes sejauh ini memang belum berjalan. Oleh sebab itu, Kuswoyo menargetkan tahun ini unit usaha pertama BUMDes tersebut akan dijalankan.
”Unit usaha toko kelontong ini menangkap potensi di Desa Panggih. Sehingga diharapkan dengan pendirian BUMDes nanti terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” jelasnya. Dia berharap, keberadaan BUMDes juga dapat menyerap tenaga kerja desa, sekaligus meningkatkan kreativitas. Serta membuka peluang usaha ekonomi produktif bagi warga yang berpenghasilan rendah.
”Dengan demikian keberadaan BUMDes mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di pedesaan, dan memaksimalkan potensi masyarakat desa dari aspek ekonomi, sumber daya alam (SDA), hingga sumber daya manusia (SDM),” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi