Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis
PEMERATAAN pembangunan di desa harus benar-benar menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Benar saja, untuk membangun balai kemasyarakatan di Dusun Sumberwuluh, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, warga patungan dan gotong royong agar lebih layak, tidak membahayakan warga.
Ketua pelaksana pembangunan Joko mengatakan, kondisi Balai Dusun Sumberwuluh memang memprihatinkan. Selain sudah mengalami kerusakan, konstruksi bangunan juga termakan usia. ’’Kondisi bangunannya sudah tidak layak. Konstruksinya sudah pada lapuk,’’ ungkapnya.
Tak urung, kondisi itu membuat warga prihatin. Selain membahayakan warga yang tengah beraktivitas di bawahnya, sudah lebih dari sepuluh tahun tak pernah ada perawatan. Padahal, kata Joko, balai dusun ini kerap dijadikan tempat kegiatan masyarakat. Baik kegiatan karang taruna maupun kegiatan produktif lainnya. ’’Termasuk rutin dipakai posyandu. Jadi kalau dibiarkan sangat membahayakan warga karena kayunya sudah dimakan rayap,’’ tegasnya.
Berangkat dari keprihatinan itu membuat warga akhirnya bermusyawarah dan sepakat menghimpun dana secara swadaya. Sebagai bentuk kepedulian atas kondisi balai kemasyarakatan yang sudah mengalami kerusakan parah, tiap rumah iuran Rp 500 ribu selama setahun ini. ’’Alhamdulillah sudah terkumpul sekitar Rp 30 juta. Bermodalkan iuran warga ini akhirnya kami ramai-ramai membongkar balai dusun. Saat ini sudah masuk tahap pembangunan pondasi,’’ paparnya.
Karena keterbatasan dana, uang puluhan juta hasil iuran warga nampaknya belum mampu mencukupi pembangunan secara tuntas. ’’Semoga saja ada perhatian dari pemerintahan. Karena kami juga ingin balai kemasyarakatan di dusun kami ini bagus seperti di desa-desa lainnya,’’ ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Lakardowo, Mochamad Kusaini merespons positif inisiatif warga Dusun Sumberwuluh untuk pembangunan balai dusunnya. Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap fasilitas umum yang dimiliki. ’’Prinsipnya kami mengapresiasi apa yang menjadi inisiatif murni dari warga. Ini bukti bahwa keguyuban dan kepedulian masyarakat saling gotong royong di desa masih sangat luar biasa. Ini bagian dari kearifan lokal,’’ ungkapnya.
Kendati begitu, pemerintah dipastikan tidak tinggal diam. Pemerintah desa bakal melakukan koordinasi dengan Pemkab Mojokerto agar memberikan dukungan ke desa. Tidak sekadar untuk perbaikan fasilitas gedung yang belum layak ini, melainkan juga untuk pembangunan jalan raya antardesa yang belum mulus dan lebar. ’’Kami juga sudah koordinasi dengan Abah Amin (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto) terkait keberlanjutan pembangunan jalan raya. Alhamdulillah direspons baik, bahkan sudah dikomunikasikan dengan Gus Barra (bupati), semoga tahun depan bisa terealisasi,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi