PEMERINTAH Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto gencar memberikan pengarahan kepada para pelaku UMKM setempat. Khususnya para pelaku atau pengusaha krupuk Tengiri. ’’Di Desa Gedangan setidaknya ada lebih dari 50 pengusaha pembuatan kerupuk Tengiri,’’ kata Sekretaris Desa, Ratna Anggraini.
Menurutnya, pengusaha kerupuk Tengiri ini berada di setiap dusun. Namun, mayoritas ada di Dusun Kedungsari dan Jatisari. Keberadaannya turut mendorong ekonomi desa setempat. Maklum, kegiatan ini bisa menyerap tenaga kerja dari warga setempat.
Pemdes Gedangan sangat peduli dengan nasib para pengusaha atau pelaku UMKM khususnya kerupuk Tengiri. Ada beberapa langkah yang dilakukan. Yakni memberikan pengetahuan, pelatihan mengenai pemasaran hingga manajemen pembukuan keuangan yang baik. ’’Kami memberikan pelatihan bagaimana caranya memasarkan produk yang dimiliki. Mulai dari pemasaran secara konvensional maupun di media sosial,’’ ungkapnya.
Ditemui secara terpisah, Iwan Siswanto, salah satu pengusaha kerupuk Tengiri di Dusun Kedungsari mengatakan, dirinya merintis usaha tersebut sejak 2012 hingga sekarang. ’’Saya ini termasuk yang paling baru. Karena tetangga saya kebanyakan sudah memproduksi kerupuk Tengiri jauh sebelum saya,’’ terangnya.
Pihaknya menambahkan, usaha tersebut tidak bisa memproduksi tiap hari. Lantaran, produksi hanya pada waktu tertentu saja yang benar-benar produksi dilakukan dengan skala besar. Itu mengikuti permintaan dari pelanggan atau pasar. ’’Biasanya yang paling ramai pada bulan tertentu saja seperti Ramadan, Idul Adha dan Hari Raya Idulfitri,’’ tambah Iwan.
Skala produksi kerupuk ini terbilang cukup besar. Sekali produksi sekitar 1 kuintal. Produk olahan itu dipasarkan ke luar Mojokerto. ’’Orderan banyak dari Kediri, Pare, Pasuruan, Sidoarjo, Banyuwangi, Malang, dan Pandaan. Minimal tiap pengiriman sekitar 300 kilogram sekali kirim,’’ pungkas Iwan. (dik/fen)
Editor : Hendra Junaedi