Guna menjamin kesejahteraan petani, Pemerintah Desa (Pemdes) Gayaman, Kecamatan Mojoanyar ikut menyerap gabah hasil panen raya serentak tahun 2025. Lewat penyertaan modal koperasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
SEBANYAK 100 ton gabah petani dibeli sesuai harga yang dipatok pemerintah. Yakni, Rp 6.500 per kilogram (kg) sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras. Pembelian itu lebih tinggi dari HPP yang sebelumnya hanya Rp 6.000 ribu per kg.
’’Pemerintah desa ikut berperan menyejahterakan petani dengan menyerap hasil panen sesuai HPP,’’ ungkap Kades Gayaman Joko Wahyudi. Dalam penyerapannya, BUMDes dapat membeli gabah kering hingga 5 ton setiap petani. Saat ini, 20 petani dari 2 kelompok tani (poktan) telah mengikuti mekanisme penyerapan yang digelar Pemdes Gayaman.
Tujuan dari penyerapan ini agar petani terhindar dari kerugian yang disebabkan permainan harga panen gabah padi. Mekanismenya, setiap petani wajib menjadi anggota koperasi yang kemudian ikut mengelola bersama poktan. Selain dapat menjual gabah sesuai harga, petani juga mendapat kuntungan dari pengelolaan koperasi.
Dengan begitu, petani dapat melanjutkan program pertanian secara berkelanjutan tanpa dihantui dengan kerugian. ’’Kami patok maksimal 5 ton gabah setiap petani. Selebihnya bisa dijual ke Bulog atau tengkulak,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi