KELURAHAN Sentanan, Kecamatan Kranggan didapuk mewakili Kota Mojokerto pada Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2025. Selain berkat gagasan inovasi dan prestasi yang diraih, terpilihnya Kelurahan Sentanan pada ajang bergengsi ini juga tak lepas dari terawatnya kebhinekaan dan toleransi masyarakat.
Kelurahan yang berada di jantung Kota Mojokerto ini menjadi rumah bagi 2.218 jiwa yang tersebar di 6 RW dan 14 RT. Meski hidup dalam keberagaman, warga Sentanan dikenal sebagai masyarakat yang toleran dan saling menjaga kerukunan. ’’Alhamdulillah masyarakat di Kelurahan Sentanan bisa terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan pluralisme dalam kehidupan sehari-hari,’’ ungkap Lurah Sentanan Fauzan Hadiyan Ichsan.
Karenanya, Kelurahan Sentanan mengusung spirit Bhineka Tunggal Ika dalam ajang di tingkat Provinsi Jatim ini. Yang mana, semboyan pada lambang negara Garuda Pancasila ini diharapkan menjadi semangat persatuan dan kesatuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. ’’Semoga di tengah-tengah keberagaman, masyarakat di Kelurahan Sentanan, guyub rukun tetap menjadi fondasi dalam menjaga kebersamaan,’’ ulasnya.
Sebagai wujud komitmennya, Kelurahan Sentanan menginisiasi terbentuknya Kampung Tematik Sentanan. Di antaranya yaitu Kampung Toleransi yang menjadi cermin keharmonisan masyarakat dari berbagai suku, agama, maupun budaya yang hidup berdampingan.
Di samping itu, simbol pluralisme juga hadir di Kampung Pecinan. Tempat yang dijadikan sebagai pusat kuliner dan sentra UMKM ini ditandai dengan gapura bercorak oriental.
Tak sekadar sebagai destinasi wisata dengan jalur pedestrian dan lampu-lampu bergaya Tionghoa, tetapi Kampung Pecinan juga mampu menggeliatkan roda ekonomi masyarakat. ’’Mudah-mudahan, Kelurahan Sentanan bisa membawa nama baik Kota Mojokerto dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 ini,’’ harap Fauzan. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi