PEMERINTAH Desa Dilem, Kecamatan Gondang, terus mengembangkan wisata pendakian Bukit Semar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan pusat oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk UMKM asli desa.
Sejak dibuka pada 2023, Bukit Semar menjadi salah satu ikon wisata pendakian di Kabupaten Mojokerto. Memiliki ketinggian 933 meter, bukit dengan panorama Pegunungan Anjasmoro ini banyak didatangi pendaki dari berbagai daerah. ’’Rata-rata satu bulan kalau cuacanya bagus bisa 300-400 pendaki, kebanyakan dari daerah Jawa Timur seperti Surabaya dan Sidoarjo,’’ jelas Penanggungjawab Wisata Bukit Semar, Paiman, kemarin (17/4).
Pengelolaan Bukit Semar dilaksanakan Tahura Raden Soerjo bekerja sama dengan Pemdes Dilem. Pembagian tiket masuk menjadi wewenang tahura, sedangkan desa melalui karang taruna mengurus area parkir. ’’Termasuk kegiatan-kegiatan lain kalau memang ada yang dijual masuk ke desa juga,’’ tuturnya.
Peluang pendapatan itu yang kini tengah dikembangkan pemdes. Mengingat tingginya tingkat kunjungan, mereka bakal mendirikan area pusat oleh-oleh untuk memberdayakan masyarakat. Tempat itu nantinya akan dipenuhi aneka produk UMKM yang banyak memiliki potensi besar. Salah satunya keripik dari Desa Dilem yang sudah dikenal luas. ’’Jadi nanti pendaki bisa membeli produk kuliner maupun lainnya untuk peningkatan ekonomi warga,’’ tandasnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Dilem Heru. Dirinya berharap kolaborasi dengan tahura dapat terus ditingkatkan untuk menjadikan Desa Dilem sebagai desa wisata. ’’Kami akan kembangkan pusat oleh-oleh dan UMKM untuk menunjang wisata Bukit Semar sehingga bisa mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi