PROGRAM layanan kesehatan gratis di Kabupaten Mojokerto mulai berjalan. Sebagian warga sudah mengikutinya, tetapi sosialisasi lebih lanjut masih diperlukan agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Itulah yang diterapkan Desa Balongmojo, Kecamatan Puri untuk memastikan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, yang menjadi inisiatif unggulan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Jumat (12/4) lalu, pihaknya menyosialisasikannya ke sejumlah unsur perangkat desa.
’’Mulai dari kader PKK, kader kesehatan, bidan, semua kita kumpulkan agar bisa membantu sosialiasi program tersebut ke warga. Kegiatan tersebut juga langsung diisi oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Kepala Desa Balongmojo Ahmad Muslik.
Selama ini, kata dia, masyarakat takut ketika mengetahui ada penyakit dan terkendala dengan biaya. Namun, berkat dengan diluncurkannya program UHC Prioritas, masyarakat tak lagi ragu berobat ke faskes. ’’Apalagi, saat peluncuran pertama kemarin oleh pak bupati, sekitar 80 persen penduduk di Kabupaten Mojokerto sudah terjamin hak kesehatannya,’’ ulasnya.
Dia juga bersyukur, sosialisasi tersebut bisa berlangsung. Ini juga menjadi langkah pemdes untuk mempercepat pemahaman masyarakat tentang UHC Prioritas. ’’Kami sangat senang sekali adengan adanya program ini. Akhirnya masyarakat kami bisa terpenuhi pelayanan kesehatan secara gratis oleh pemda, terutama bagi orang yang tidak mampu dan tidak punya KIS,’’ bebernya.
Harapannya, kegiatan sosialisasi yang dikemas dengan halalbihalal itu bisa membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Oleh karenanya, ia mengimbau para kader kesehatan Desa Balongmojo segera mengintegrasikan pengaktifan data masyarakat. ’’Koordinasi dan integrasi antara kader dengan warga ke layanan gratis yang dibiayai Pemkab Mojokerto ini kami harap segera ditindaklanjuti. Sehingga, bila sewaktu-waktu dibutuhkan, datanya sudah aktif,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi