Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Jabontegal, Kecamatan pungging Bikin Pilot Project Panen Padi Empat Kali Setahun

Fendy Hermansyah • Kamis, 27 Maret 2025 | 14:45 WIB

 

PERCONTOHAN: Kepala Desa Jabontegal Nur Rohmad (dua kiri) bersama perangkat sedang membersihkan rumput liar di area sawah Dusun jogodayo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
PERCONTOHAN: Kepala Desa Jabontegal Nur Rohmad (dua kiri) bersama perangkat sedang membersihkan rumput liar di area sawah Dusun jogodayo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto terus berupaya menjaga dan memperkuat ketahanan pangan. Setelah memperkuat insfrastruktur jalan, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan jalan usaha tani (JUT), kini, pemdes sedang melakukan inovasi sistem pertanian yang sedikit berbeda dengan yang lainnya.

’’Memang saat ini sudah berjalan. Kami (pemdes) Jabontegal mencoba sesuatu yang baru,’’ kata Kepala Desa Jabontegal Nur Rohmad. Pihaknya mengatakan, inovasi yang sedang dikerjakannya saat ini yakni, sistem penanaman padi dengan jangka relatif pendek. ’’Jadi masa panennya sangat pendek. Hanya membutuhkan maksimal 75 hari saja,’’ tandasnya saat ditemui di kantor Balai Desa Jabontegal kemarin.

Menurutnya, program itu dijadikannnya pilot project. Jika berhasil, tentu bisa memberikan keuntungan bagi petani. ’’Secara logika setahun biasanya panen maksimal 3 kali per tahun namun sekarang bisa panen hingga 4 kali dalam setahun,’’ sambung Rohmad.

Rohmad menjelaskan, inovasi ini berawal pemilihan benih padi varietas unggul yang belum tersedia di toko-toko pertanian. ’’Kami menggunakan varietas padi M70D. Varietas ini yang membuat beda dengan yang lainnya,’’ jelasnya. Selain itu, cara perlakuan penanaman juga berbeda. Untuk pembenihan sendiri dilakukan 10 hari sebelum panen dilakukan.

Setelah itu, lanjut Rohmad, ketika padi berumur minimal 10 hari dan maksimal 12 hari sudah harus ditanam. Perbedaan perlakuan khusus yang lain yakni, cara awal pemupukan padi setelah tanam. Biasanya pemupukan pertama dilakukan jika padi sudah berumur 100 hari, namun dengan menggunakan varietas M70D ini bisa dilakukan jangka pendek setelah padi ditanam. ’’Jika usia padi setelah ditanam mencapai 5 hari, pemupukan bisa dilakukan yakni dengan menggunakan pupuk ZA dan urea,’’ jelas Rohmad.

Selanjutnya, pemupukan kedua bisa dilakukan jika padi setelah tanam dengan usia 25 hari menggunakan pupuk ponska dan urea. ’’Treatment terakhir yakni pemberian garam brosok dan dolomit setelah panen,’’ ungkapnya.

Pihaknya berharap dinas terkait mendukung langkah konkret tersebut. Yakni dengan terjun langsung kelapangan bersama memberikan solusi yang baik terkait ketahanan pangan. ’’Kami berharap Dinas Pertanian bisa memberikan support. Baik terkait solusi yang lebih detail mengenai masalah pertanian, terkait peralatan mulai dari proses tanam hingga panen nanti,’’ ungkap Rohmad. (dik/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pertanian #panen padi #Jabontegal #pungging mojokerto #ketahanan pangan