Berada di tengah-tengah Kecamatan Ngoro, menjadikan Desa Sedati stretegis sebagai pusat keramaian. Tak salah jika Pemkab Mojokerto mengalokasikan APBD tahun 2024 sebesar Rp 5 miliar untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH).
Selain sebagai tempat hiburan keluarga, RTH bertajuk Mojo Kepuh Park tersebut telah menjadi ikon layaknya Alun-Alunnya Kecamatan Ngoro. Tak jarang wisatawan dari luar daerah turut mengunjungi RTH seluas 2,2 hektare tersebut.
’’RTH baru dibuka akhir Januari lalu dan antusiasme warga sangat tinggi. Tidak hanya dari Ngoro sendiri, pengunjung dari Sidoarjo dan Pasuruan juga datang untuk menikmati hiburan keluarga di Mojo Kepuh Park,’’ ungkap Kades Sedati M. Alwi Yusril Sukamto.
Sama seperti RTH lainnya, konsep RTH Sedati ini juga bertema Majapahitan. Terlihat dari beberapa ornamennya yang ada di beberapa titik. Seperti Gapura Wringin Lawang, taman di tengah, pujasera, lampion, wahana permainan anak, dan panggung hiburan yang menggunakan bata merah layaknya bangunan era Majapahit.
Untuk memanjakan pengunjung, BUMDes sebagai pengelola RTH memberikan beberapa fasilitas. Seperti 43 stan kuliner dan jajanan unik, enam wahana permainan anak, lahan parkir yang luas, serta puluhan tempat duduk yang berada di pinggir taman.
Termasuk tiga pujasera di rooftop yang menyuguhkan panorama indah Gunung Penanggungan. Ke depan, BUMDes juga akan menambah sejumlah wahana baru yang dapat menyedot banyak wisatawan. Dengan begitu, maka perputaran ekonomi di kawasan RTH semakin meningkat. ’’Sementara ini jumlah pengunjung harian masih ratusan. Kami targetkan setelah Lebaran meningkat,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi