Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cegah Banjir, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto Buat Tanggul Bronjong

Farisma Romawan • Rabu, 19 Maret 2025 | 15:25 WIB

BAHU MEMBAHU: Warga Dusun Gayaman membangun tanggul bronjong di sungai yang terkikis akibat derasnya aliran sungai selama musim penghujan, Minggu (2/3).
BAHU MEMBAHU: Warga Dusun Gayaman membangun tanggul bronjong di sungai yang terkikis akibat derasnya aliran sungai selama musim penghujan, Minggu (2/3).
 

 

 Ancaman banjir dan erosi tanah akibat curah hujan tinggi empat bulan terakhir menjadi atensi khusus bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Sebelum merendam permukiman warga, beberapa titik sungai yang terkikis kini diperbaiki dengan membuat tanggul bronjong.

 Minggu (2/3) lalu, puluhan warga di Dusun Gayaman berbondong-bondong memperbaiki bibir sungai yang telah ambrol akibat dihantam derasnya debit anak Sungai Sadar ini. Dikomandoi kepala desa dan perangkat, tanggul bronjong selebar 8 meter dan kedalaman 3 meter tersebut rampung dikerjakan. 

Bantuan bronjong dan batu dari BPBD turut membantu pengerjaan. Hal ini terpaksa dilakukan karena longsoran tanggul dinilai semakin parah. Bahkan, dapat menghancurkan jalan desa yang berada tepat di sisi timur sungai. 

Kepala Desa Gayaman Joko Wahyudi mengatakan, pembuatan tanggul harus dikerjakan untuk menghindari kerusakan lebih parah. Khususnya, di sisi timur sungai yang berbatasan langsung dengan jalan raya cor dan pemukiman warga. ’’Sebenarnya longsornya sudah lama, sekitar 1,5 tahun yang lalu. Baru bisa direalisasikan pembangunan tanggul setelah kami mengajukan bantuan bronjong dari BPBD,’’ ungkapnya.

 Joko tak menampik, Desa Gayaman selalu dihantui dengan bencana banjir. Hal ini karena Gayaman merupakan daerah hilir Sungai Cemporat yang mengalir dari kawasan Pacet menuju muara Sungai Sadar. Sehingga debit sungai selalu tinggi saat hujan tiba. Tak hanya tinggi, aliran sungai juga kerap meluap dan membanjiri permukiman warga, khususnya di Dusun Tambakrejo, yang menjadi langganan banjir. 

Kondisi ini yang juga diperjuangkan pemdes dengan mengusulkan pembuatan tembok penahan tanah (TPT) selebar 30 meter. Fungsinya adalah untuk mencegah keruntuhan tanah akibat terjangan air. ’’Kami juga mengusulkan ke BBWS Brantas untuk pembuatan TPT senilai Rp 3 miliar di Dusun Tambakrejo yang selalu banjir dan memasuki pemukiman warga,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bronjong #tanggul batu #mojoanyar #bencana banjir & tanah longsor