Proyek rehabilitasi kantor Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, telah rampung dikerjakan akhir 2024. Minggu (12/1), Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menggelar tasyakuran dan doa bersama warga agar kantor yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 39-A ini bisa semakin meningkatkan pelayanan masyarakat.
Tasyakuran juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti, Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo, Plt Camat Kranggan Febriananda Tejo Pratiwi, dan Lurah Sentanan Fauzan Hadiyan Ichsan. Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyampaikan, tasyakuran dilaksanakan menandai telah rampungnya renovasi kantor Kelurahan Sentanan yang digarap tahun 2024. ”Saya berharap gedung yang baru ini membawa semangat baru dalam pelayanan pada masyarakat,” harapnya.
Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini mengatakan, sentuhan rehabilitasi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur secara fisik. Tetapi, juga untuk mendukung peningkatan pelayanan agar lebih cepat dalam menindaklanjuti aspirasi warga di Kelurahan Sentanan. ”Semoga kebermanfaatannya bisa benar-benar dirasakan oleh seluruh warga,” tuturnya.
Dalam tasyakuran rehabilitasi kantor Kelurahan Sentanan itu juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim, lansia, dan duafa. Selain itu, digelar khotmil Quran dan doa bersama. ”Intinya, kita bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya rehabilitasi kantor Kelurahan Sentanan. Tentu, dengan harapan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi ke depan," imbuh Lurah Sentanan Fauzan Hadiyan Ichsan.
Dia menyatakan, tasyakuran ini sekaligus menjadi penyemangat baru untuk melangkah di tahun 2025. Kini, Kelurahan Sentanan turut meluncurkan inovasi pelayanan publik berbasis online. ”Semoga bisa semakin memudahkan pelayanan masyarakat dengan lebih cepat, karena warga bisa diakses kapanpun dan di manapun," tandas Fauzan.
Menurutnya, rehabilitasi kantor Kelurahan Sentanan menyentuh beberapa pekerjaan fisik. Di antaranya, menyasar peningkatan aula yang kini lebih representatif sebagai ruang pertemuan. ”Ruang aula sekarang lebih luas, semoga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan-kegiatan pertemuan," tandasnya. Di samping itu, rehabilitasi juga dilakukan untuk fasilitas penunjang pelayanan lainnya. Meliputi, ruang pelayanan, musala, hingga lanskap berupa pagar bercorak Majapahitan. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi