Roda perekonomian di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong terus berjalan. Salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang usaha perdagangan.
KEPALA Desa Pucuk Nanang Sudarmawan mengatakan, saat ini desa dengan lima dusun tersebut mengelola usaha toko sembako dan PPOB atau Payment Point Online Banking. Toko sembako milik BUMDes ini terletak tepat di sebelah Balai Desa Pucuk. Toko ini menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat. ’’Kalau PPOB ini melayani pembayaran pajak bumi dan bangunan atau PBB untuk masyarakat sehingga lebih mudah dan cepat,’’ katanya.
Dengan keberadaan unit usaha BUMDes ini, diakuinya, menjadikan masyarakat kian teratur membayar PBB. Pun, perangkat desa lebih mudah untuk membagikan SPPT PBB dan memotivasi masyarakat untuk membayar PBB sebelum jatuh tempo agar tidak mendapat denda. ’’Sebelum ada PPOB di Bumdes, masyarakat membayarkan PBB di perangkat desa maupun ke Bank Jatim. Tap tidak efektif, jadi kita permudah lewat keberadaan BUMDes ini,’’ tutur Nanang.
Nanang menambahkan, sentralisasi ekonomi desa melalui BUMDes dapat menghasilkan produk unggulan baru dari potensi yang ada di masyarakat. Dia menilai membangun usaha pada sektor yang potensial akan memudahkan BUMDes bertahan dan berkembang dengan baik. ’’Selain memberikan pendapatan bagi perputaran ekonomi desa, ini juga memberi kemudahan bagi warga yang ingin melakukan berbagai macam kegiatan ekonomi yang diperlukan,’’ imbuh dia.
Pemdes selalu mendukung dan membantu pelaksanaan. Selain itu memberikan masukan berupa pemikiran agar BUMDes dapat berjalan dengan baik. ’’Semoga saja usaha milik desa bisa berjalan sesuai dengan rencana. Dapat menyejahterakan masyarakat, dan berdampak baik juga untuk desa,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi