Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, di Sungai Sadar ditutup karena fondasinya menggantung. Pemerintah desa (pemdes) berharap segera ada perbaikan. Sehingga jembatan yang menjadi penghubung antardesa itu bisa dilewati kembali.
Penutupan jembatan sudah berlangsung tiga pekan terakhir akibat banjir pada Kamis (5/12) lalu. Selain merendam permukiman, luapan Sungai Sadar turut merusak jembatan. Salah satu fondasi penyangganya tersapu tingginya debit air. ”Sampai sekarang jembatan masih ditutup,” kata Kepala Desa Balongmasin Heri Bambang Suyanto, kemarin (26/12).
Penutupan dilakukan karena warga khawatir jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 1990-an itu putus. Heri menyebut, selama 20 tahun lebih, konstruksi jembatan tak pernah diperbaiki. Penyangganya bahkan sudah patah sebelum terjadi banjir. Material fondasi batu kali ini akhirnya ambrol akibat terjangan banjir.
Semua kendaraan bermotor kini harus mencari jalur lain, kecuali sepeda ontel yang masih bisa melintas. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan akses siswa SMPN 2 Pungging di dekat lokasi yang mengandalkan keberadaan jembatan.
Menurut Heri, pihak BBWS Brantas selaku pengelola aliran sungai dan Pemkab Mojokerto telah meninjau kondisi jembatan setelah dilapori. Pihaknya pun berharap segera ada tindak lanjut, sehingga jembatan sepanjang 50 meter tersebut bisa dimanfaatkan kembali. ”Kami berharapnya bisa segera diperbaiki. Karena yang biasanya lewat sekarang harus memutar jauh ke Watukenongo, Ngrame, dan Tanjangrono,” jelasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi