Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko Lakukan Fogging hingga Ajak Warga Berantas Sarang Nyamuk

Khudori Aliandu • Senin, 23 Desember 2024 | 15:25 WIB
PENGASAPAN: Berkolaborasi dengan puskesmas, Pemdes Jampirogo, Kecamatan Sooko, melakukan gerak cepat penanganan kasus DBD dengan fogging.
PENGASAPAN: Berkolaborasi dengan puskesmas, Pemdes Jampirogo, Kecamatan Sooko, melakukan gerak cepat penanganan kasus DBD dengan fogging.

 

PEMERINTAH Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto melakukan gerak cepat penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD). Kolaborasi dengan puskesmas, pemdes melakukan fogging setelah sebelumnya ada tiga warga terjangkit nyamuk Aedes aegypti.

Kades Jampiro Dony Budi Setiawan, mengajak lapisan masyarakat hidup bersih dan pemberantasan sarang nyamuk saat musim hujan sekarang ini. Apalagi, ada sejumlah warga yang terjangkit DBD. ’’Ada tiga anak terindikasi DBD. Jadi kita harus waspada adanya potensi penularan di tengah masyarakat,’’ ungkapnya.

Meski trombosit ketiganya sempat mengalami penurunan drastis, beruntung kondisi tiga korban berangsur membaik. Itu setelah korban segera ditangani tenaga medis di Puskesmas Sooko hingga rumah sakit terdekat. ’’Ketiganya sudah mendapat perawatan rumah sakit dan puskesmas. Alhamdulillah setelah dapat penanganan medis di rumah sakit beberapa hari, pasien boleh pulang karena berangsur membaik,’’ tegasnya.

Sebagai penanganan lebih lanjut, pesmdes dengan puskesmas untuk langsung melakukan fogging. Titik fokus di lingkungan warga yang sebelumnya terjangkit DBD. Lalu, meluas hingga menyasar semua lingkungan. Selain sebagai pencegahan penularan, sekaligus memberantas nyamuk Aedes aegypti. ’’Imbauan ke warga, sementara saya sampaikan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kerja bakti membersihkan lingkungan,’’ tuturnya.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, tren penyakit DBD belakangan meningkat seiring dengan munculnya genangan air di tengah musim hujan. ’’Desember ini sepertinya ada peningkatan kasus DBD, tetapi secara pasti untuk jumlahnya belum selesai direkapitulasi,’’ ungkapnya.

Tren peningkatan kasus ini sebenarnya terjadi di berbagai daerah. Faktor utama, sesuai asesemen kementerian kesehatan, karena cuaca yang tidak menentu. Intensitas hujan yang terjadi membuat nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang seiring bermunculannya genangan air. ’’Di sisi lain, kesadaran masyarakat melakukan pemberantasan juga rendah,’’ tuturnya.

Tak urung, puskesmas dan pemdes diminta lebih giat lagi untuk mengajak masyarakat melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus. ’’Musim hujan sekarang ini penyakit DBD memang harus kita waspadai bersama. Kita harus tingkatkan PSN dengan 3M Plus. Selain menguras dan menyikat, menutup penampungan air, masyarakat juga harus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk,’’ paparnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Demam Berdarah (DBD) #Fogging berantas DBD #sooko mojokerto #jampirogo