MESKI terletak di kaki Gunung Penanggungan, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, selalu mengalami kekeringan air saat musim kemarau. Pemerintah desa setempat terus berupaya mencari solusi mengatasi bencana langganan itu. Salah satunya dengan memperbanyak jaringan sumber air dengan pengeboran sumur.
Desa Duyung merupakan satu dari sedikitnya lima desa di Kabupaten Mojokerto yang mengalami krisis air selama musim kemarau belakangan. Kondisi ini membuat warga mengandalkan kebutuhan sumber air dari bantuan pemerintah hingga pihak swasta. ’’Kami berupaya untuk mengatasi kekeringan ini dengan pengeboran air bersih,’’ kata Kepala Desa Duyung Jurianto Bambang Siswanto.
Menurutnya, debit sumber air yang ada saat ini selalu turun drastis setiap musim kemarau. Terlebih persediaan sumber air juga disalurkan ke desa sekitar sehingga tak mampu mencukupi kebutuhan semua warganya. Karena itu, pihaknya berupaya menambah persediaan sumber air melalui pengeboran sumur. ’’Kami juga mencari-cari kalau ada program bantuan pembuatan sumur supaya tidak lagi kekeringan kalau kemarau,’’ tandasnya.
Selain mengandalkan bantuan, tak jarang Jurianto juga mengeluarkan biaya pribadi untuk memenuhi kebutuhan air selama masa krisis. Hal itu seperti yang dilakukan setelah distribusi dari pemkab tuntas pada 8 November lalu. (adi/fen)