DESA Trawas mempunyai potensi lain yang bisa menyedot perhatian bagi banyak kalangan. Baik dari lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan dan dunia usaha.
’’Sepekan kemarin, Desa Trawas mendapat kunjungan dari salah satu lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Mojokerto dan Kunjungan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri untuk belajar mengelola sampah,’’ kata Wahyu Satrio Aulia Direktur Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta).
Wahyu mengatakan, dalam kunjungan dari salah satu lembaga pendidikan di kawasan Pacet ini, siswa diajarkan pentingnya pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga sebagai bagian dari penerapan gaya hidup berkelanjutan. Peserta mendapatkan berbagai materi yang menarik dan edukatif.
Ketua TPS3R Desa Trawas Muryanto dan pendamping Lapangan Sisyantoko menjelaskan, salah satu fokus diskusi adalah menjadikan pengelolaan sampah sebagai solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat setempat. ’’Semoga setelahnya, ilmu yang di dapat dari TPS3R Trawas bisa menjadi inspirasi dalam menciptakan TPS3R yang berfungsi optimal serta mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah mereka (Kediri),’’ ungkap Muryanto
Kepala Desa Trawas Wulyono sangat mengapresiasi dengan banyaknya lembaga-lembaga yang berkunjung dan belajar di Desa Trawas. Khususnya mengenai pengelolaan sampah dan menciptakan TPS3R yang baik dan benar. ’’Saya sangat senang, Desa Trawas makin ramai dan makin dikenal karena potensinya yang luar biasa untuk bisa dan menularkan manfaat kepada semua. Baik lokal hingga luar kota. Semoga dengan adanya ini bisa memberikan manfaat juga bagi Pemerintah Desa Trawas,’’ pungkasnya. (dik/fen)
Editor : Hendra Junaedi