LAYANAN kesehatan masyarakat terus digencarkan pemerintah desa (pemdes) Gayaman, Kecamatan Mojoanyar terhadap lima ribu warganya. Termasuk para lanjut usia (lansia) yang turut diperhatikan kualitas hidupnya agar terhindar dari kepikunan atau dimensia.
Melalui Sekolah lansia tangguh (selantang) yang digalang Bina Keluarga Lansia (BKL) Mawar PKK Desa Gayaman, ratusan lansia ini diajari tentang pencegahan kepikunan. Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tingkat kecamatan, Selantang telah berjalan 8 kali selama 2024. ’’Materi Selantang sudah masuk minggu ke-8. Fokusnya adalah tentang penanganan terhadap kepikunan bagi lansia,’’ ungkap Kepala Desa Gayaman, Joko Wahyudi.
Joko menegaskan, penanganan dimensia cukup vital mengingat jumlah lansia di desa Gayaman yang cukup besar. Selama ini, kepikunan memang tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obatnya. Jika tidak ditangani, gejala demensia akan semakin memburuk dan dapat mengganggu kegiatan keseharian seseorang dan keluarganya. Akan tetapi, bukan berarti dimensia tidak bisa dihindari.
Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menyibukkan para lansia dengan beragam aktivitas. Mulai dari membaca buku, menjaga gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan untuk menunjang kesehatan otak hingga rutin latihan senam otak. ’’Keberadaan Selantang adalah untuk memberikan aktivitas para lansia agar terus teromotivasi menjaga gaya hidup sehat. Kami juga sediakan kader posyandu khusus lansia,’’ tambahnya.
Ke depan, Selantang diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah lansia pada masa depan. Tidak hanya dimensia, tetapi juga berbagai macam masalah kesehatan yang lainnya. Dengan beragam aktivitas itu, maka dapat meningkatkan kualitas hidup lansia untuk menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan bermartabat. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi