Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keramat Rumpun Bambu, Berkah Warga Warugunung

Farisma Romawan • Minggu, 10 November 2024 | 14:00 WIB
BERKAH: Warga Desa Warugunung menjajakan kuliner tradisional kepada pengunjung di Pasar Keramat yang beroperasi setiap Minggu Wage dan Minggu Kliwon.
BERKAH: Warga Desa Warugunung menjajakan kuliner tradisional kepada pengunjung di Pasar Keramat yang beroperasi setiap Minggu Wage dan Minggu Kliwon.

Desa Warugunung, Kecamatan Pacet

RUMPUN Bambu itu telah menjadi keramat. Tidak hanya menawarkan pasar budaya bernuansa tempo dulu. Tumbuhan kayu berongga itu perlahan membawa Desa Warugunung, Kecamatan Pacet berevoluasi sebagai desa wisata favorit bagi wisatawan luar kota.
Tentunya dengan dukungan dan gotong royong seluruh warga dan elemen desa, pasar keramat yang telah berjalan hampir dua tahun terakhir ini terus berkembang dengan konsep wisata yang menarik. Berawal dari ide kelompok masyarakat (pokmas) yang ingin memanfaatkan lahan rumpun bambu kosong seluas 1,7 hektare di Dusun Wonokerto.
Lalu tercetus konsep wisata budaya berupa pasar bernuansa tempo dulu. Pasar Keramat ini mulai beroperasi pada 24 Agustus 2022 dan dibuka setiap pasaran Minggu Wage dan Minggu Kliwon. Menjajakan aneka kuliner tradisional, pagelaran seni dan budaya tradisional, pernak-pernik berbahan bambu, hingga usaha UMKM lainnya.
’’Desember besok, Pasar Keramat sudah dua tahun beroperasi. Alhamdulillah, pengunjungnya selalu ramai dan meningkat setiap minggu,’’ ungkap Kepala Desa Wargunung, Agus Sudarmaji. Dua tahun beroperasi, keberadaan Pasar Keramat rupanya tidak sekadar menjadi wisata alternatif, tapi menjadi destinasi wisata favorit pengunjung luar kota.
Bahkan, ribuan pengunjung tercatat berjubel di setiap pasar keramat beroperasi. Hal ini terbukti dari terdongkraknya perekonomian warga yang ikut andil di dalam Pasar Keramat. Setidaknya, ada 70 warga yang ikut berdagang dengan beragam kuliner dan kerajinan yang ditawarkan. Konsep kembali ke masa lampau itu kian menjadikan Pasar Keramat sebagai ikon baru wisata Favorit di Pacet.
Agar dapat terus beroperasi, pengelolaan Pasar Keramat kini dikerjakan pokmas secara profesional. Bekerja sama dengan Yayasan Rumah Bambu Lestari dan Universitas Ciputra, puluhan pedagang dan warga turut berkontribusi dalam pengelolaan. Dengan konsep pembagian hasil keuntungan dari beragam sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga parkir.
’’Pengelolaan berdasarkan pembagian keuntungan, yakni 60 persen untuk pedagang, 30 persen untuk operasional manajemen, dan 10 persen untuk kegiatan sosial. Efek ekonominya juga meluas ke warga dusun sekitar termasuk melalui parkir,’’ tandasnya. Pemdes juga turut memfasilitasi pengembangan wisata dengan membenahi akses menuju pasar. Lewat pembangunan jalan rabat beton di sisi timur sehingga pengunjung bisa dengan mudah keluar masuk pasar.
’’Kami juga memfasilitasi pembangunan jalan beton untuk akses keluar masuk pengunjung. Kami juga kerja sama dengan Universitas Ciputra sebagai mitra promosi dan pengembangan wisata,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pasar keramat #desa wisata #warugunung