Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Wisata Kampung Majapahit

Martda Vadetya • Kamis, 17 Oktober 2024 | 03:19 WIB
IKONIK: Candi Brahu merupakan peninggalan Majapahit sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Bejijong.
IKONIK: Candi Brahu merupakan peninggalan Majapahit sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Bejijong.

Desa Wisata Kampung Majapahit menjadi jargon sekaligus spirit yang diusung Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Segudang potensi yang dimiliki megantarkan wilayah dengan dua dusun ini menuju Desa Wisata Mandiri di Tahun 2025. Setelah meraih predikat Desa Wisata Berkembang beberapa tahun lalu.

Kades Bejijong Pradana Tera Mardiatna menerangkan, ada sejumlah aspek yang kini menjadi prioritas pemerintah desa (pemdes) guna meraih predikat tertinggi dari desa wisata tersebut. Mulai dari keaktifan masyarakat, kelembagaan desa, digitalisasi informasi publik, sektor UMKM, hingga akses wisata. ”Insya Allah kami targetkan tahun 2025 bisa menjadi desa wisata mandiri,” ungkapnya.

Predikat dari Kemenparekraf tersebut, nantinya akan berdampak pada jumlah hingga lingkup pengunjung wisata yang lebih luas dari sejauh ini. Sebagaimana tagline Kampung Majapahit yang diusung. Ada sejumlah peninggalan era Kerajaan Majapahit yang kini menjadi destinasi wisata sejarah di Desa Bejijong. Meliputi, Candi Brahu, Candi Gentong, serta Makam Siti Hinggil yang diyakini sebagai petilasan Raden Wijaya. ”Selain itu, ada Punden Sumur Windu, Vihara Majapahit dengan Patung Buddha Tidurnya, juga homestay dengan rumah majapahitan,” beber Pradana.

Hingga kini pengembangan di sektor wisata terus digeber. Salah satunya, pemasangan 31 penerangan jalan umum (PJU) dan 14 papan nama jalan khas berornamen Majapahitan. ”Insya Allah ini pengerjaannya bulan depan. Ini kita dapat BK Pokir DPRD tahun 2024,” jelasnya.

Hal tersebut tak lain untuk menunjang vibes wisata Majapahitan di dua dusun. Selain adanya 199 rumah warga yang berornamen khas Wilwatikta di Desa Bejijong. ”Itu pembangunannya dari hibah pemerintah pusat dan daerah pada tahun 2015 dan 2017 lalu. Prioritas untuk rumah yang dekat situs dan wisata, memang banyak dibuat jadi homestay,” papar Pradana.

Branding yang digeber melalui berbagai lini mampu menarik wisatawan lokal hingga mancanegera. Tercatat, sepanjang 2023 sekitar 2 ribu wisatawan berpelesir ke Desa Bejijong. Sekitar 100 di antaranya merupakan turis asing. Para pelancong terpikat paket wisata yang ditawarkan salah satu lini bisnis BUMDes Wijaya ini.

Yakni, mengunjungi seluruh objek wisata di Desa Bejijong, menginap di homestay Majapahitan, mengenal kerajinan cor kuningan, menonton pertunjukan seni beragam tari, hingga membuat batik ala Majapahit. ”Untuk menunjang wisatawan, kita sediakan dua armada shuttle car yang mulai beroperasi akhir 2023 lalu. Dan paket wisata ini bisa diakses di bejijong.desa.id. Untuk promosi wisata, kita terus kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan rutin ikuti event travel fair,” tandasnya. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Wisata Desa #kampung majapahit #bejijong trowulan #candi brahu mojokerto