Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Wisatawan Disuguhi Kopi Bercita Rasa Fruity

Rizal Amrulloh • Minggu, 29 September 2024 | 14:10 WIB
UNTUNG BESAR: Gapoktan memanen biji kopi jenis arabika di areal perkebunan Gunung Arjuno-Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas.
UNTUNG BESAR: Gapoktan memanen biji kopi jenis arabika di areal perkebunan Gunung Arjuno-Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas.

Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto juga mengembangkan perkebunan kopi yang menjadi bagian dari paket wisata desa. Selain berkunjung ke Taman Ghanjaran, Sumber Gempong, dan Air Terjun Dlundung, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman seru dengan wisata kopi.

TAMU wisata yang berkunjung ke kebun kopi akan disajikan proses perawatan, pemanenan, hingga pengolahan. Komoditas kopi yang tumbuh subur di lereng Gunung Arjuno-Welirang kini juga dijadikan sebagai wisata edukasi.

Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin mengatakan, tanaman kopi tersebut ditanam di lahan hutan produksi milik Perhutani. Dengan luas sekitar 67 hektare, perkebunan kopi yang ditanam pada ketinggian di atas 1.100 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini cukup produktif. ’’Hasil panen sekitar 40-50 ton per tahun. Jika dikelola secara serius, masih bisa ditingkatkan lagi mencapai 100 ton per tahun,’’ jelasnya.

Untuk jenis kopi 90 persen kopi arabika dan 10 persen robusta. Seluruhnya dikelola Kelompok Tani Hutan ( KTH) Mugo Lestari. Kini, keberadaan perkebunan kopi tersebut menjadi salah satu penunjang perekonomian masyarakat. Terlebih, jumlah petani kopi mencapai 280 orang.

Arifin mengungkapkan, hasil panen selama ini telah berhasil merambah pasar dalam negeri, baik di lokal Mojokerto maupun beberapa daerah lainya. Seperti Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Solo, Yogyakarta, dan beberapa wilayah di Indonesia. Rata-rata pelanggan atau konsumen adalah pemilik kafe. ”Makanya, kebanyakan mengambil yang green bean atau biji kopi mentah yang belum disangrai,’’ imbuhnya.

Kopi hasil penanaman di lereng Gunung Arjuno-Walirang memiliki ciri khas tersendiri. Yakni, bercita rasa fruity yang kuat. Di mana kopi Ketapanrame dikenal memiliki perpaduan rasa asam dan manis buah yang cukup dominan. ”Ini yang menjadi ciri khasnya dibanding kopi-kopi yang lain,” tandasnya. (ram/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#trawas mojokerto #ketapanrame #kopi