Panorama alam Gunung Penanggungan yang asri turut dimanfaatkan warga Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dengan membuka spot dan basecamp pendakian. Khususnya puncak Sarah Klopo yang menyimpan eskotisme sabana yang luas dan indah. Hingga disebut sebagai Merbabu-nya Jawa Timur dan viral di media sosial (medsos).
DIBUKANYA kembali jalur pendakian Sarah Klopo tersebut setelah pemerintah desa (pemdes) setempat membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adhinata Mandiri Kedungudi sebagai legalitas usaha kehutanan. Bekerja sama dengan Perhutani, BUMDes lantas merekrut puluhan pemuda dan perangkat desa untuk mengelola basecamp.
Mereka juga bekerja sama dengan tim pendakian profesional sebagai volunteer dan guide bagi pendaki dalam menjelajahi anak gunung Pawitra tersebut. Dan tepat di bulan Desember 2023, jalur dan basecamp pendakian Puncak Pawitra dan Sarah Klopo resmi dibuka.
’’Kami awalnya mendapat modal Rp 20 juta dari BUMDes dan bantuan modal dari investor pendakian. Kami pakai untuk membuka jalur dan membangun fasilitas seperti toilet, pos pendakian, parkir, dan basecamp,’’ ungkap Ketua BUMDes Adhinata Mandiri Kedungudi, Didik Sugianto.
Didik mengaku, dibidiknya jalur Sarah Klopo tak lepas dari panorama indah yang tersimpan di dalamnya. Di mana, sepanjang jalur menuju puncak, para pendaki akan disuguhkan segarnya area perkebunan warga dan hutan yang rindang. Di pertengahan perjalanan, pendaki pemula juga bisa melihat langsung megahnya puncak Penanggungan hingga Puncak Bekel.
Tidak hanya pemandangan, mereka juga bisa dapat melihat dan mempelajari sejumlah situs sejarah peninggalan kerajaan Majapahit mulai dari candi Hindu Kuno, candi Carik, candi Lurah, candi Siwa dan candi Luruh.
Puncak keindahan tersebut saat pendaki sudah menapak di Sarah Klopo. Yang mana, pengunjung disuguhkan dengan pemandangan sabana yang luas.
’’Disebut sebagai Merbabu-nya Jawa Timur karena ada pemandangan sabana yang indah dan terawat. Ada tanaman bunga Edelweis yang tumbuh juga,’’ tambahnya.
Bagi pendaki pemula, Sarah Klopo juga cukup mudah dilewati. Sebab, jalurnya tidak terlalu panjang, cukup ditempuh kurang lebih 3 jam untuk bisa sampai puncak. Untuk melayani pendaki agar aman, mereka juga menempatkan relawan penyelamatan jika ada pendaki yang mengalami musibah.
Termasuk juga peralatan mendaki yang disewakan dengan harga yang terjangkau. ’’Untuk tiket sendiri, hanya dipatok harga Rp 15 ribu per orang, sedangkan parkir motor sebesar Rp 10 ribu per unit,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi