PENGEMBANGAN sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Bejijong, Kecamatan Trowulan. Menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, pemdes menggulirkan sekolah orang tua hebat (SOTH). Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan kapasitas SDM di dua dusun melalui pola asuh anak yang tepat.
Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna menerangkan, SOTH ini mulai berlangsung sejak pertengahan Mei lalu. Kelas sekolah informal bagi para ibu dengan anak balita tersebut digulirkan seminggu sekali dengan mengundang para narasumber ahli.
”Untuk saat ini, pesertanya ada 26 orang. Narasumber pengisi kelas, kita kolaborasikan dengan DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto. Salah satunya Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Trowulan Djoni K. Arys,” terangnya, kemarin (31/9).
Menurut Pradana, SOTH yang baru kali pertama dijalankan di Desa Bejijong ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Termasuk, Kelompok Bina Keluarga Balita Melati Desa Bejijong.
Nantinya, lanjut dia, kalangan emak-emak akan menyerap ilmu dari total 13 pertemuan yang proyeksikan tuntas Oktober mendatang. ”Kalau SOTH ini sudah selesai, mungkin nanti akan ada wisuda untuk ibu-ibunya. Nanti akan ada reward dari kami bagi tiga peserta terbaik,” ungkapnya.
Dibukanya SOTH ini bukan tanpa tujuan. Menurut Pradana, justru sekolah informal ini untuk menambah wawasan parenting bagi para ibu di tengah gempuran zaman yang serba modern.
”Jadi, bagaimana para orang tua ini bisa menerapkan pola asuh anak yang baik dan tepat. Salah satunya, tidak bergantung pada gadget. Sehingga bisa meningkatkan kualitas SDM orang tua sekaligus anaknya. Yang pada prinsipnya sejalan dengan program Pemkab Mojokerto untuk penyetaraan SDM,” urainya.
Sekolah orang tua hebat merupakan salah satu program berkelanjutan. Kegiatan serupa juga akan digulirkan di tahun depan dengan sasaran peserta yang berbeda.
Bahkan, dari bergulirnya SOTH ini, Pemdes Bejijong ancang-ancang membangun tempat bermain anak di sekitar balai desa. ”Bagi para orang tua dibagikan kartu tumbuh kembang anak untuk memantau sekaligus bisa dijadikan acuan progres perkembangan buah hatinya,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi