Gebyar HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg diwarnai dengan karnaval budaya. Para peserta kompak mengenakan beragam pakaian adat budaya Nusantara. Dengan mengambil tema kebudayaan, kegiatan karnaval tersebut diikuti seluruh warga dari 16 RT dengan antusias.
Garis start karnaval diberangkatkan dari depan Masjid Al-Hidayah Dusun Temugiring dan berakhir di titik finis balai Desa Batankrajan.
Kepala Desa Batankrajan Anthony Wijohari mengatakan, total ada 2.500 warga yang berpartisipasi dalam kemeriahan acara tersebut. Baik dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.
’’Alhamdulillah, warga sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ini sekaligus menjadi bukti semangat Desa Batankrajan menyemarakkan peringatan HUT RI,’’ katanya. Penampilan peserta karnaval menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar yang memadati sepanjang rute karnaval.
Menurut Tony, kemeriahan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya lokal.
’’Dengan mengenakan baju adat tradisional, masyarakat memberi kontribusi dalam meneladani sejarah, serta menghargai perbedaan keragaman budaya Nusantara,” bebernya.
Selain karnaval budaya, peringatan HUT RI di Desa Batankrajan juga diwarnai dengan pagelaran wayang kulit. Pertunjukan itu digelar pada malam hari.
Dengan menghadirkan dalang Ki Akhirul Ruwadi dari Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi. Tony berharap, dengan rangkaian perayaan kemerdekaan ini, semangat persatuan dan kebersamaan terus bertumbuh di desanya.
’’Ini menjadi komitmen masyarakat Desa Batankrajan menjunjung semangat nasionalisme yang dapat menyatukan masyarakat dalam kebersamaan, sembari tetap melestarikan nilai-nilai budaya,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi