Dibukanya objek wisata baru, Water Park Long Storage, di Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar dipastikan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dari sektor ekonomi. Menyusul, destinasi wisata air tersebut secara resmi telah dibuka Bupati Ikfina Fahmawati, Minggu (25/8) lalu.
Kepala Desa Kwatu Chosim mengatakan, dibangunnya Water Park Long Storage ini memang bertujuan sarana wisata sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Sehingga ke depan diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
’’Dengan dibukanya Water Park Long Storage ini, tentunya masyarakat berpeluang membuka usaha yang (tempatnya) telah kami sediakan, sekaligus bisa menggaet wisatawan melalui produk yang mereka buat,” katanya, kemarin (28/8).
Chosim menyebut setidaknya ada beberapa fasilitas kolam yang ditawarkan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Water Park Long Storage. Di antaranya, kolam dewasa, kolam arus, kolam anak-anak, hingga waterboom. Di samping itu, ada 30 kios bagi UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal karya warga setempat.
’’Untuk menggaet wisatawan yang berkunjung lebih banyak, tarif tiket yang kami pasang cukup terjangkau. Untuk weekday Rp 15 ribu dan weekend Rp 20 ribu, berlaku untuk sekali masuk dan bisa menikmati semua wahana kolam yang ada,” tuturnya.
Keberadaan Long Storage menjadi potensi pengembangan wisata. Hal itu diperkuat dengan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat olahraga dayung di Jawa Timur, sekaligus tempat nongkrong bagi anak-anak milenial dari berbagai daerah.
Chosim mengungkapkan, rencana pembangunan wisata yang dinaungi BUMDes tersebut sebelumnya sudah dirintis sejak tiga tahun lalu. ’’Untuk biaya pembangunan wisata ini kami memanfaatkan sumber anggaran dari PADes, serta dana lain baik, dari pemkab maupun pemerintah pusat,” tuturnya.
Dengan demikian, keberadaan wisata anyar ini tentu membawa angin segar bagi Desa Kwatu agar berkembang menjadi desa yang lebih maju. Sebab, Water Park Long Storage menjadi modal penting dalam meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).
’’Selain menggaet kunjungan wisatawan dari luar desa, tempat ini juga akan dijadikan pusat pelatihan dayung, yang nantinya secara otomatis menjadi tempat pelaksanaan banyak event,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Imron Arlado