Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Ini Konsisten Lestarikan Kesenian Tradisional Ujung

Martda Vadetya • Minggu, 14 Juli 2024 | 14:00 WIB
WARISAN LELUHUR: Kesenian ujung menjadi salah satu budaya yang melekat di tengah masyarakat Desa Salen, Kecamatan Bangsal.
WARISAN LELUHUR: Kesenian ujung menjadi salah satu budaya yang melekat di tengah masyarakat Desa Salen, Kecamatan Bangsal.

Upaya pelestarian kesenian ujung terus digaungkan Pemerintah Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Gempuran era modern yang serbadigital saat ini seolah tak menjadi alasan tergerusnya salah satu tradisi yang diyakini sebagai warisan zaman Majapahit ini.

Pertunjukan seni adu cambuk dan tangkis kayu penjalin rotan ini seolah melekat dengan nama Desa Salen. Sebab, gelaran seni ini rutin dihelat sejak puluhan tahun lalu di desa dengan empat dusun itu.

”Kalau di sini (Mojokerto) menyebut nama Desa Salen, pasti ingat ujung. Karena ujung di sini memang turun-temurun,” ujar Kepala Desa Salen Suyanto Fery Anggriawan, kemarin.

Hampir setiap warga yang punya hajat hampir dipastikan ada pentas ujung. Apalagi, ruwah desa yang digelar rutin setiap tahun, pentas ujung seolah tak boleh absen. Berbagai platform media sosial dimanfaatkan warga untuk mendukung kelestarian salah satu kesenian khas Mojokerto ini.

”Dari kami sendiri (Pemdes Salen, Red) terus mendukung supaya ujung ini bisa lestari, kita terus koordinasi dengan disbudporapar. Setiap ruwah desa pasti ada gelaran ujung. Ini memang kesenian tradisional yang bagi kami harus dilestarian dan dikembangkan,” paparnya.

Dia mengatakan, terdapat seorang pemangku kesenian ujung di Desa Salen yang mewarisi ilmu gelaran ujung secara turun-temurun.

Saking merakyatnya kesenian yang diyakini sebagai ritual memanggil hujan ini, berbagai kalangan usia mampu tampil adu cambuk di atas panggung, khususnya kaum adam. ”Dari anak usia SD atau SMP di sini sudah berani main ujung. Dari usia muda sampai dewasa juga ada,” sebut Suyanto.

Sehingga para pelaku seni ujung dari Desa Salen termasyhur di seantero Jawa Timur. Tak jarang mereka diundang pentas di berbagai daerah.

”Tahun lalu kelompok ujung Desa Salen tampil di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Kita dampingi dan terus support mereka,” paparnya.

Praktis, salah satu kesenian yang diyakini sebagai warisan zaman Majapahit ini dipastikan bakal kembali digelar di Desa Salen tahun ini. Salah satunya, dalam peringatan HUT ke-79 RI, Agustus mendatang.

”Untuk tahun ini kita bikin pentas di peringatan tujuh belasan yang kita gabung dengan ruwah desa. Insya Allah di akhir Agustus nanti,” tandasnya. (vad/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #kesenian tradisional #kecamatan bangsal #kesenian ujung #bangsal