Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Sedati, Kecamatan Ngoro Ini Bangun Kantor Balai Desa Berkonsep Majapahitan

Martda Vadetya • Minggu, 7 Juli 2024 | 13:45 WIB
TAHAP PEMBANGUNAN: Balai Desa Sedati bakal segera ditempati awal tahun mendatang, seiring masih berprosesnya pembangunan dari tahun ke tahun.
TAHAP PEMBANGUNAN: Balai Desa Sedati bakal segera ditempati awal tahun mendatang, seiring masih berprosesnya pembangunan dari tahun ke tahun.

Pembangunan balai desa memiliki beragam fungsi dalam meningkatkan potensi dan mengembangkan suatu desa. Pelayanan akan semakin cepat dan maksimal, saat masyarakat bisa mengakses dengan nyaman dan mudah.

Hal tersebut seperti yang diterapkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sedati, Kecamatan Ngoro. Kini desa dengan dua dusun itu tengah fokus menuntaskan pembangunan balai desa anyar untuk bisa segera ditempati.

”Karena sejak saya menjabat (kepala desa) 20214 silam, letak balai desa yang sekarang ini terlalu dekat dengan pintu masuk NIP. Lalu-lalang kendaraan atau angkutan barang terlalu tinggi, dan kalau mau ada kegiatan jadi bikin macet,” ujar Kepala Desa Sedati M. Alwi Yusril Sukamto, kemarin.

Sejumlah pertimbangan membuat pemdes berencana pindah dari balai desa lama di Dusun Ngetrep tersebut dengan membangun balai desa anyar di Dusun Sedati.

”Insyaallah kalau tidak ada halangan waktu ruwah desa (Februari) tahun depan kita sudah bisa menempati balai desa baru,” sebutnya.

Di atas tanah kas desa (TKD) dengan luas sekitar 100x70 meter persegi, balai desa bertema Majapahitan tersebut dibangun sejak 2018.

Berdiri di seberang timur lapangan sepak bola Desa Sedati, balai dengan dua lantai dilengkapi dengan pendapa yang megah.

Dari luas bangunan tersebut, balai desa baru mencakup kantor pelayanan, BPD, LPM, PKK, karang taruna, kantor kepala dan sekretaris desa, tempat pertemuan, hingga ruang arsip.

”Kalau dengan tahun ini pembangunannya sudah sekitar 70 persen. Tahun ini, kita bangun ruang arsipnya, MCK, dan musala,” papar Alwi.

Diakuinya, pembangunan balai desa molor dari perencanaan karena tahun 2019-2021 terkendala pandemi Covid-19. Beberapa tahun itu pembangunan yang bersumber dari bantuan keuangan (BK) desa ini tersendat.

”Untuk pembangunan tahun ini kita dapat BK Desa Rp 300 juta. Tapi, secara keseluruhan pembangunannya juga dari PADes, seperti untuk pemasangan lantai tegel pendapa,” katanya.

Ke depan, lanjut Alwi, balai desa lawas bakal digunakan untuk lembaga pendidikan, TK dan PAUD. Terlebih, sejauh ini Desa Sedati belum memiliki lembaga pendidikan jenjang usia dini.

”Bangunannya kita serahkan untuk TK dan PAUD. Untuk tanahnya yang dekat jalan, kita bangun ruko untuk disewakan. Nanti dikelola BUMDes untuk menambah PADes,” tandas Alwi. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Majapahit #balai desa #Ngoro Mojokerto #pelayanan publik