DESA Mlaten, Kecamatan Puri menambah daftar destinasi wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Itu menyusul telah dibukanya kunjungan di objek wisata kolam renang Tirto Arum oleh Bupati Ikfina Fahmawati, Minggu (16/6).
Ikfina berharap, sarana rekreasi anyar yang berada di kawasan wisata Wiyun Asri, Desa Mlaten ini mampu menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat.
Tak hanya sebagai objek wisata, keberadaan kolam renang Tirto Arum juga didorong sebagai sarana pendidikan dan olahraga. ’’Ke depannya juga akan menjadi pusat ekonomi, khususnya untuk warga Desa Mlaten dan sekitarnya,’’ tandanya.
Peresmian tersebut sekaligus menandai dibukanya kunjungan di kolam renang Tirto Arum. Salah satu unit usaha yang dikelola Bumdes Mlati Jaya Mlaten ini memiliki luas 48 x 16 meter persegi. Tiket masuknya pun cukup terjangkau dengan tarif Rp 10.000 per pengunjung.
Kepala Desa Mlaten Dwi Siswarini mengungkapkan terima kasih kepada Pemkab Mojokerto yang telah mendukung pembangunan kolam renang Tirto Arum.
Diharapkan, keberadaan unit usaha di bidang wisata ini bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh BUMDes Mlati Jaya Mlaten.
’’Mudah-mudahan bisa meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dan hasilnya dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat di Desa Mlaten,’’ tandasnya.
Dia menambahkan, dioperasionalkannya kolam renang Tirto Arum juga mampu mengurangi angka penangguran serta memberdayakan ekonomi masyarakat.
Di samping itu, pembangunan destinasi wisata tersebut juga diharapkan dapat menciptakan lapangan usaha baru. ’’Semoga UMKM-UMKM nanti juga bisa tumbuh dan berkembang,’’ ulasnya.
Untuk mendukung promosi wisata, Pemdes Mlaten juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekar Mlati.
Dengan bekal pelatihan yang telah diberikan sebelumnya, para anggota pokdarwis juga akan berupaya menerapkan sapta pesona untuk menciptakan Desa Mlaten menjadi destinasi wisata yang nyaman, bersih, dan indah.
Selain kolam renang, Desa Mlaten juga mengembangkan wisata seni dan budaya. Yakni dengan menghidupkan kembali kesenian ludruk, wayang kulit, campursari, dan karawitan. Termasuk wisata edukasi gerabah yang menjadi produk unggulan dari warga Desa Mlaten. (ram/fen)
Editor : Imron Arlado