Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal Fokus Tingkatkan Jalan Lingkungan hingga Saluran Irigasi Pertanian

Khudori Aliandu • Senin, 22 April 2024 | 14:25 WIB
BERMANFAAT: Infrasruktur jalan lingkungan hingga saluran irigasi pertanian menjadi program prioritas pembangunan Pemdes Bangsal, Kecamatan Bangsal, kemarin (21/4).
BERMANFAAT: Infrasruktur jalan lingkungan hingga saluran irigasi pertanian menjadi program prioritas pembangunan Pemdes Bangsal, Kecamatan Bangsal, kemarin (21/4).

PEMBANGUNAN infrastruktur tetap menjadi fokus Pemdes Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ke depan. Jika jalan lingkungan sudah tuntas diperbaiki, kali ini giliran infrastruktur pertanian yang menjadi prioritas. Selain meningkatkan produktivitas, sekaligus menjadikan desa swasembada pangan, selaras dengan program pemerintah pusat.

Pj Kades Bangsal Zainul Arifin, mengatakan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi program prioritas pemerintah desa sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Sebab, melalui infrastruktur akan berimbas pada peningkatan perekonomian warga dari berbagai sektor. ’’Prinsipnya, infrastruktur yang bagus dan mewadai dipastikan akan memberikan multi efek bagi peningkatan ekonomi warga,’’ ungkapnya.

Menurutnya, infrastruktur yang menjadi prioritas ke depan tak lain pada sektor petanian. Pemerintah desa ingin melakukan perbaikan terhadap sejumlah saluran irigasi utamanya saluran tersier. Termasuk juga tembok penahan tanah (TPT). Langkah itu untuk memberikan kemudahan kepada para petani dalam melakukan pengairan terhadap sawahnya. Sehingga, para petani tak perlu pusing lagi dalam pemenuhan kebutuhan air saat musim kemarau tiba. ’’Jadi, para petani bisa meningkatkan produktivitas pertaniannya. Yang awalnya hanya dua kali tanam, diharapkan bisa meningkat menjadi tiga kali tanam dalam setahun, selain musim hujan, petani tetap bisa produksi di musim kemarau,’’ paparnya.

Apalagi, lanjut Zainul, sebagian besar warga Desa Bangsal juga mata pencahariannya sebagai petani. Peningkatan infrastruktur petanian ini juga sebagai wujud pemdes menjadikan desa swasembada pangan dan lumbung beras selaras dengan program pemerintah pusat. Yakni, dengan kewajiban desa untuk mengalokasikan anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan dari alokasi DD yang diterima. Hal ini diatur dalam Permenkeu RI Nomor 146 Tahun 2023. Sesuai pasal 16 ayat 2, huruf b, 20 persen itu angka minimal yang wajib diploting setiap desa untuk ketahanan pangan dan hewani. Utamanya, untuk kabupaten/kota yang merupakan daerah yang berada pada kategori rentan berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan. ’’Di sisi lain infrasuktur jalan lingkungan desa juga sudah tuntas dilakukan perbaikan, makanya, ke depan infrastruktur pertanian yang menjadi prioritas kami di desa,’’ tuturnya.

Tak sekadar itu, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat juga terus digalakkan. Jika sebelumnya krecek rambak jadi fokus pemerintah desa dalam pengembangannya, ke depan desa juga mulai memprioritaskan industri kecil menengah (IKM) sepatu dan minuman. ’’Ini upaya pemdes melakukan pemerataan dalam pengembangan IKM ataupun UMKM agar kesejahteraan masyarakat secara umum juga terangkat,’’ tandas Zainul. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#bangsal #umkm