DESTINASI wisata Ubalan Waterpark di Kecamatan Pacet, milik Pemkab Mojokerto kian diminati wisatawan. Selain harga tiketnya yang kian murah, wisatawan juga dibuat nyaman karena fasilitasnya semakin lengkap.
Terbaru, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) telah melakukan sejumlah perbaikan agar kian menarik dan nyaman bagi wisatawan. Mulai dari pembangunan pagar Majapahitan, rehabilitasi sepuluh stan pedagang makanan dan minuman di dalam kawasan wisata, serta merombak foodcourt di bukit atas kolam menjadi penginapan.
’’Sejumlah perbaikan yang telah kami lakukan ini prinsipnya agar wisatawan semakin nyaman untuk berwisata di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Ubalan Waterpark,’’ ungkap Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito.
Perbaikan sarpras tersebut sebagai wujud komitmen pemda meningkatkan layanan di sektor wisata. Selain itu, pemda juga melakukan rasionalisasi harga tiket. Per 1 Januari 2024 lalu, harga tiket masuk Ubalan Waterpark diturunkan hingga 50 persen. Turunnya harga ini tentu menjadi kado istimewa bagi wisatawan. Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tarif yang sebelumnya sebesar Rp 30 ribu per orang, kini menjadi Rp 17.500 untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak. Itu berlaku saat weekday. Sedangkan untuk weekend, tarif tiket dewasa menjadi Rp 20 ribu dan anak-anak Rp 17,5 ribu. Sementara untuk camping sebesar Rp 5 ribu. ’’Dengan harga tiket yang murah dan fasilitas yang semakin lengkap, kunjungan wisatawan juga bisa semakin meningkat, itu harapan kita,’’ jelasnya.
Benar saja, sesuai data, tren kunjungan wisatawan kian meningkat dalam kurun waktu yang sama. Pada bulan September misalnya, jika 2023 jumlah kunjungan sebanyak 1.071 wisatawan, tahun ini mencapai 1.837 wisatawan. Pun demikian pada Agustus, jika tahun lalu sebanyak 924 orang, pada 2024 meningkat menjadi 1.223 orang.
’’Dan kita optimistis dengan pembenahan yang kita lakukan ini, ke depan wisatawan bisa semakin meningkat. Harapannya berimbas pada peningkatan pendapan asli daerah sektor pariwisata,’’ tegasnya.
Hanya saja, Norman mengungkapkan, perbaikan dan pemenuhan kelengkapan sebagai daya tarik wisatawan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Melainkan, dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran. Yang pasti pemenuhan kebutuhan ini menjadi komitmen pemda memberikan yang terbaik untuk wisatawan. ’’Utamanya terkait kenyamanan dan keamanan wisatawan di objek wisata yang kita kelola,’’ tegas Norman. (ori/fen)